Imbas Blackout, PLN Digugat ke Pengadilan

Meja Hijau

Rabu, 14 Agustus 2019 | 17:09 WIB

190814171026-imbas.jpg


IMBAS dari pemadaman listrik secara serentak alias blackout pada Minggu (4/8/2019) dan Senin (5/8/2019) lalu masih berlanjut. Akibat kerugian yang diderita konsumen, Perkumpulan Lembaga Perlindungan Konsumen (PLPK) Jawa Barat menggugat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Jawa Barat ke pengadilan.

Selain PLN, PLPK juga turut menggugat tiga kementerian, yakni Kementerian Perekonomian, ESDM dan BUMN. Gugatan dilayangkan oleh PLPK ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung dan diterima dengan nomor register 313/PDTG/2019/PNBDG tanggal 13 Agustus 2019.

Ketua PLPK Jabar, Imam Machfudi Noor mengatakan, gugatan tersebut dilayangkan akibat belum adanya kepastian ganti rugi setelah pemadaman terjadi. Pihaknya mengajukan gugatan class action atau gugatan perwakilan kelompok.

"Lembaga kami sudah diamanatkan oleh Undang-Undang untuk menjadi wakil dari para konsumen. Artinya, sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen, kami diamanatkan untuk menggugat kepada pelaku usaha terhadap yang dirugikan. Gugatan yang kemarin dilayangkan adalah satu satu bentuk perlindungan yang kami lakukan," tutur Imam kepada wartawan, di PN Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (14/8/2019).

Sekretaris PLPK, M. Sandyan Syach menambahkan, dalam gugatan tersebut pihaknya turut menggugat tiga kementerian. Menurut dia, beberapa tergugat tersebut dianggap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami konsumen akibat pemadaman listrik dalam waktu yang cukup lama. 

Sandyan mengatakan, konsumen yang dimaksudkan yakni konsumen pelanggan rumah tangga yang masuk R1, R2 dan R3. "Ada kerugian dari kenikmatan yang hilang selama padam. Dan itu ada yang sampai 10 jam bahkan ada juga yang sampai 24 jam," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sandyan menuturkan, pihaknya meminta agar tergugat memberi kompensasi sekaligus ganti rugi atas yang diderita konsumen. Untuk ganti rugi ia meminta ada pemberian nominal uang.

"Untuk ganti ruginya yang R1 kami minta pukul rata Rp 100 ribu per konsumen. Kalau R2 Rp 500 ribu dan R3 Rp 1 juta setiap konsumen," jelasnya.

Sebelumnya, Senior Manager General Affair PLN Unit Induk Distribusi Jabar, Andhoko Suyono mengatakan, perusahaannya tengah berupaya untuk kembali meningkatkan mutu pelayanan setelah peristiwa pemadaman serentak. Salah satu bentuk tanggung jawa PLN terhadap peristiwa itu adalah dengan memberi kompensasi pada para konsumennya.

Di Jabar sendiri terdapat sekitar 14,2 juta pelanggan yang terdampak blackout. Dalam memberikan kompensasi, PLN akan membagi dua pelanggan sesuai dengan jenis langganannya,  pascabayar dan prabayar. 

Pelanggan pascabayar akan dipotong biaya kelistrikannya yang ditagihkan pada September 2019. Sementara pelanggan prabayar akan mendapat kompensasi ketika membeli pulsa token. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR