Karim Suryadi : Dikuasai Gerindra dan PKS, Pemprov Jabar Diprediksi Bakal Dinamis

Bandung Raya

Selasa, 13 Agustus 2019 | 21:14 WIB

190813205624-karim.jpg


Pemprov Jabar Periode 2019-2024 Diprediksi Bakal Makin Dinamis

KOMPOSISI kursi legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat yang berubah didominasi oleh dua partai yaitu sekutu abadi yaitu PKS dan Gerindra akan membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat diprediksi dinamis.

Pengamat politik Karim Suryadi memprediksi, kedinamisan roda pemerintahan provinsi Jawa Barat sekitar 60 persen pasalnya dua partai tersebut berseberangan dukungan politik baik di pemilihan gubernur (Pilgub) sendiri bahkan di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Diketahui dalam dalam Pilgub lalu Ridwan Kamil atau yang akrab di sebut Emil diusung oleh PKB, PPP, Nasdem dan Hanura.

Akan tetapi Karim juga menilai, legislatif bisa saja mengambil arah aman dengan pola lobi-lobi dan kompromi dengan Gubernur. Sehingga akan melemahkan kritis dari anggota legislatif itu sendiri, dan bersepakat menjalankan pemerintahan yang adem ayem.

"Namun kemungkinan jika arahnya ke yang lebih ekstrim dua partai uang menjadi rival Emil ini akan terus keritis terhadap pemerintah," kata Karim saat di hubungi, Selasa (13/8/2019).

Karim mengatakan, bahwa baik Emil atau dewan masih punya harapan 2024. Ketika mereka memilih sepakat nyaman, hukuman akan menanti mereka 2024. Apalagi Emil sudah memperlihatkan tanda-tanda melenggang tingkat nasional, Emil harus memberikan insentif bagus bukan hanya mendorong pemerintahan efektif, tapi menciptakan iklim politik komunikasi dengan dewan.

"Maka Emil memeberikan pelayanan yang bagus kepada legislatif misal dari sisi insentif," ucap dia.

Karim menuturkan, dengan posisi Gerindra 25 kursi dan PKS 21 diharapkan harus dinamis, Karena dalam politik lebih dipicu ketakutan kehilangan kekuasaan, dukungan. Itu mendorong mereka. Kalau adem ayem akan hilang.

"Jadi bisa saja memilih adem ayem, tapi siap kehilangan dukungan dan popularitas. Itu modal mereka melaju 2024. Setiap pilihan akan mengandung risiko," ucapnya.

Karim menambahkan, melihat pengalaman gerindra selama beberapa periode puasa dari politik, prabowo tiga kali nyalon tidak pernah menang, PKS juga. Ini menarik karena gerindra dan pks sekutu politik paling bertahan dalam pilgub dan kontestasi politik lainya.

"Sebenarnya komposisi solid menghadapi kekuatan pengusung RK. Ada peluang Gerindra PKS mempertahankan dominasinya di Jabar. Akan jadi motivasi mereka," ucapnya.

Karim kembali menegaskan, kondisi legislatif 60 persen kritis dengan dinamis , 40 adem ayem. Karena dua kekuatan pimpinan jabar kekuatan signifikan bertahan di jabar. "Karena tidak bisa dipungkiri banyak kader gerindra-pks boleh kalah di nasional namun tidak di Jabar," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR