Menhan Beri Kuliah Umum untuk Pemimpin Indonesia 20 Tahun Mendatang

Nasional

Selasa, 13 Agustus 2019 | 20:28 WIB

190813202014-menha.jpg

Tok Suwarto

Menhan Ryamizard Ryacudu ketika memberi kuliah umum di depan ribuan mahasiswa baru UNS Solo


MENTERI Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyatakan, dia mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme bagi mahasiswa baru. Mandat itu disebutnya sangat penting, karena pada 20 tahun mendatang para mahasiswa tersebut yang akan memimpin bangsa Indonesia. 

"Kuliah umum kepada mahasiswa baru itu perlu, untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya bela negara demi keutuhan NKRI  dan Pancasila. Para mahasiswa itu merupakan generasi muda yang akan menggantikan kita memimpin bangsa ini, karena 20 tahun mendatang kita kan sudah meninggal semua. Mereka yang akan menggantikan kita menjaga keutuhan NKRI," ujarnya kepada wartawan seusai memberikan kuliah umum tentang “Bela Negara sebagai Penangkal Radikalisme di Kampus”, di hadapan 8.639 mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, di halaman Gedung Rektorat "dr. Prakosa", Selasa (13/8/2019). 
Menhan mengungkapkan, paham radikal sudah berkembang masuk ke lingkungan perguruan tinggi dan merupakan ancaman terhadap ketahanan nasional. Ditekankannya, untuk menangkal terorisme tidak hanya menjadi tanggung jawab Polri dan TNI  saja, tetapi ancaman tersebut harus dihadapi dan menjadi tugas tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, termasuk generasi muda dan mahasiswa. 
“Terorisme itu tidak bisa dihadapi hanya dengan senjata. Tidak bisa hanya oleh polisi dan tentara, karena kemungkinan hanya satu persen kemampuan TNI dan Polri dalam menghadapi terorisme,” tandasnya.  
Ryamizard mengungkapkan, dalam menghadapi masalah terorisme konsep arsitektur pertahanan negara yang diamanatkan UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2004, harus diperkuat dengan sikap bela negara dari setiap pribadi. Dalam kaitan itu, Menhan mengingatkan, ideologi Pancasila merupakan anugerah yang luar biasa dari Tuhan YME bagi bangsa Indonesia dan merupakan rahmat dan hidayah dari Tuhan YME karena kecintaan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. 
Ribuan mahasiswa baru UNS dengan jaket almamater biru muda, mengikuti kuliah umum tersebut di lapangan sambil duduk di rerumputan. Sebagian mahasiswa  terpaksa mencari tempat berteduh karena terik matahari dan banyak yang mendengarkan kuliah sambil ngobrol. Namun ketika Menhan menyitir pidato Bung Karno, para mahasiswa bertepuk tangan. 
"Seperti amanat Bung Karno, negara kita adalah negara yang masyarakatnya beragama. Tetapi kata Bung Karno, kalau jadi orang Hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang Islam jangan jadi orang Arab dan kalau jadi orang Kristen jangan jadi orang Yahudi. Jadi tetaplah menjadi orang Nusantara yang kaya ini dan tetap bangga menjadi bangsa Indonesia," ujar Ryamizard. 
Sebelumnya, sebanyak 8.639 orang mahasiswa baru UNS angkatan 2019 dilantik Rektor Prof. Dr.  Jamal Wiwoho. Mahasiswa baru yang terdiri dari program sarjana dan diploma, dijaring melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan SM UNS. 
 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR