OJK Hadapi Tantangan Besar Kurangi Pengangguran dan Kemiskinan

Nasional

Selasa, 13 Agustus 2019 | 17:34 WIB

190813173449-ojk-h.jpg

Tok Suwarto

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, ketika menghadiri serah terima Kepala OJK Solo, dari Laksito Dwionggo kepada Eko Yulianto


KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengungkapkan, tantangan yang dihadapi OJK di masa depan semakin banyak, karena mendapat mandat bukan hanya mengawasi, melindungi dan mengatur lembaga keuangan yang merupakan tugaa utama. Beban terbesar OJK adalah memberi manfaat dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

"OJK diberi mandat mengawasi, melindungi dan mengatur lembaga keuangan, sekaligus juga harus bisa mengurangi pengangguran dan bisa menyejahterakan masyarakat. Dalam melindungi, mengawasi dan mengatur lembaga keuangan, arahnya harus bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, serta memberikan akses yang luas kepada masyarakat," ujarnya ketika menyaksikan serah terima jabatan Kepala OJK Solo, dari Laksito Dwionggo kepada Eko Yulianto, di rumah dinas Wali Kota Solo "Loji Gandrung", Selasa (13/8/2019).

Dalam menghadapi tantangan besar itu, Wimboh mendorong jajaran OJK melakukan penguatan peran kelembagaan. Dia menekankan, untuk meningkatkan ekonomi harus sejalan dengan program nasional, seperti pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan akses jalan tol trans Jawa yang meningkatkan mobilitas orang.

"OJK sekarang tidak cukup hanya mengatur, melindungi dan mengawasi lembaga keuangan. Tapi juga harus bisa bermanfaat dalam pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan program nasional. Tersambungnya akses jalan tol trans Jawa yang melewati Solo, akan bisa meningkatkan kepariwisataan. Orang Semarang bisa dengan mudah makan dan menginap di Kota Solo, begitu juga sebaliknya orang Solo bisa berwisata ke Semarang," jelasnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK itu menyatakan, potensi perekonomian di wilayah Solo dan sekitarnya cukup besar. Menurut dia, hadirnya infrastruktur jalan tol yang akan dibangun dari Kota Solo ke Yogyakarta akan dapat menunjang mobilitas masyarakat dari satu daerah ke daerah lainnya secara lebih cepat.

Hal itu sejalan dengan program pemerintah pusat yang fokus melakukan pengembangan sektor pariwisata di wilayah Jogjakarta, Solo dan Semarang. Dia berharap, OJK bisa berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan bersinergi yang baik antar lintas stakeholder.

"Kalau ngomong kebutuhan investor, saat ini sudah banyak yang mengantre. Namun mereka masih banyak yang bingung mau menemui siapa, potensinya apa dan proses perizinan seperti apa. Sehingga dengan peran OJK dalam percepatan akses keuangan daerah, diharapkan bisa menjembatani kebutuhan tersebut," ungkapnya.

Menyinggung kondisi perekonomian Kota Solo, Wimboh mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan indikasi positif, yaitu sebesar 5,75 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,17 persen. Laju inflasi juga relatif terkendali di angka 2,65 persen atau di bawah angka nasional yang sebesar 3,32 persen. Sedangkan yang perlu ditingkatkan di wilayah Surakarta adalah penyaluran kredit, karena masih berada di bawah angka nasional.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR