Pelantikan Anggota DPRD Garut Diwarnai Unjuk Rasa

Daerah

Selasa, 13 Agustus 2019 | 12:21 WIB

190813122038-pelan.jpg

Robi Taufik Akbar


PELANTIKAN 50 anggota DPRD Kabupaten Garut, diwarnai aksi unjukrasa yang dilakukan ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) mendatangi Kantor Bupati Garut di jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, dan hendak menggeruduk kantor DPRD Garut, Selasa (13/8/2019).

Dalam aksinya mereka menuntut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membatalkan rencana untuk merelokasi para PKL di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota. Saat menggelar aksi, mereka juga membawa berbagai atribut seperti wajan, panci, replika gerobag dan keranda mayat. Atribut tersebut menyombolkan rakyat yang tertindas oleh kebijakan pemerintah.

Beberapa perwakilan massa, satu-persatu melakukan orasi secara bergantian. Intinya meminta pemkab mendengarkan aspirasinya. Aparat Polres Garut dan Sat Pol PP Kabupaten Garut juga berjaga-jaga di sekitar gedung dewan dan Kantor Bupati.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Garut (FMPG) yang juga sebagai koordinator aksi, Rawink Rantik, disela-sela aksi menuturkan, sikap pemerintah untuk tetap merelokasi PKL adalah bentuk arogansi yang tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil seperti PKL. Para PKL merasa sudah berkali-kali bertemu dengan bupati, bahkan berdemo namun pemerintah tetap melakukan relokasi.

“Kami berharap, Pemkab Garut mengkaji ulang Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2015 tentang K3. Saya menilai Perda tersebut banci dan tidak sesuai dengan RUTR Kota. Pasalnya, dalam Pasal 8 hurup j disebutkan, menggunakan badan jalan untuk  tempat usaha, kecuali yang ditempatkan untuk lokasi PKL terjadwal dan terkendali sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Rawing dalam orasinya.

Hingga berita ini dinaikan, demo masih tetap berlangsung bahkan dilokasi terjadi sempat terjadi bentrokan antara Pedagang Kaki Lima dengan aparat keamanan yang sedang berjaga.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR