Degung Lawas Gumalindeng Mapakan Zaman Bihari Ka Kiwari

Seniman Amerika Akan Tampilkan Seni Degung di Taman Budaya

Seni & Budaya

Senin, 12 Agustus 2019 | 20:04 WIB

190812201746-uptd-.jpg

whatsapp


UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat bekerjasama dengan LS Ganitri bakal mempergelarkan hasil pewarisan seni degung di Teater Tertutup Taman Budaya Jabar, Selasa (13/8/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

Pada pementasan seni degung hasil pewarisan tersebut yang bertajuk "Degung Lawas Gumalindeng Mapakan Zaman Bihari Ka Kiwari" akan tampil sejumlah bintang tamu, seperti Ida Widawati, Rosyanti, Rita Tila, serta grup degung bule dari Amerika Serikat pimp. kang Burhan.

Selain itu akan tampil pula sejumlah seniman muda dari kalangan sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/K) di Kota Bandung.

Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jabar Erick Henriana melalui Kepala Seksi Atraksi Budaya Iwan Gunawan didampingi Kasubag Tata Usaha Gungun Gumilang menyebutkan, pementasan ini merupakan hasil pewarisan yang dilakukan pihaknya bekerjasama dengan LS Ganitri Bandung kepada kalangan generasi muda, terutama kalangan pelajar.

Pasalnya, kata Iwan, seni degung, khusunya degung klasik sudah hampir kurang dilirik oleh masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

"Kita bisa lihat di acara hajatan baik kawinan maupun sunatan, sudah sangat jarang seni degung tampil disana dan sudah tergantikan oleh elektune dan dangdutan. Ini yang bikin meiris," katanya.

Beruntung tambah Iwan, ada LS Ganitri Badung yang secara konsern memberikan pelatihan (pewarisan) kepada kalangan generasi muda (kalangan pelajar). "Mereka dilatih setiap Minggu di Gedung PPK (dulu YPK) secara rutin. Kini saatnya hasil pelatihan tersebut dipentaskan di hadapan publik," tambahnya.

Selain itu kata Iwan, sejumlah pemain (seniman) tamu dari Amerika pun yang dipimpin Kang Burhan ikut pula berlatih di PPK. Mereka pun tambah Iwan, akan tampil unjuk kabisa hasil proses latihan selama ini.

"Mestinya kita malu, orang bule jauh-jauh datang ke Bandung hanya ingin berlatih degung," tandasnya.

Sementara itu, Gungun Gumliang menambahkan, selain seni degung akan ditampilkan pula sejumlah tarian, seperti tari tayub dan tayuban. "Sifatnya hanya untuk memeriahkan saja, agar tidak bosan," katanya.

Gungun menyebutkan, ada yang unik dalam pementasan nanti, dimana seluruh penonton akan diajak ngawaih bareng lagu Cacandran yang merupakan lagu wajib dalam seni degung dengan iringan musik degung dari tiga grup yakni grup ISBI (utama), grup orang bule dan grup pelajar.

"Lagu Cacandran akan dibawakan setelah lagu Kabangsaan Indonesia Raya," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR