Jelang Pelantikan, Anggota DPRD Termuda Terpaksa Beli Jas

Daerah

Senin, 12 Agustus 2019 | 18:44 WIB

190812184525-jelan.jpg

Robi Taufik Akbar

JELANG pelantikan anggota DPRD Garut Periode 2019-2024, sejumlah anggota DPRD terpilih sibuk untuk mempersiapkan kebutuhan. Terlebih pakaian yang akan digunakan tidak terpakai dan di kembalikan pada Sekretariat DPRD.

"saya mencari tukang jahit pakaian, semuanya tidak sanggup untuk menyelesaikan pembuatan jas yang akan digunakan. Soalnya, pakaian yang diberikan oleh Sekretariat DPRD gagal dan kebesaran," ujar anggota DPRD terpilih, Dila Nurul Fadilah, Senin (12/8/2019).

Dikatakan Dila, setelah mengetahui pakaian yang akan digunakan kebesaran, dirinya bersama keluarga berkililing di Kota Garut untuk mencari tukang jahit. Walaupun harus dibayar mahal. Tetapi sudah beberapa titik menemui tukang jahit semuanya tidak menyanggupinya.

"Gimana lagi sudah kesana kemari tidak ada yang menyanggupi, akhirnya membeli jas baru saja di sebuah toko yang ada di Kabupaten Garut," cetsunya.

Dila mengaku, terpaksa membeli jas yang baru untuk pelantikan yang akan dilaksanakan pada Selasa (13/8/2019) ketimbang harus memakai jas yang kebesaran. "Kan tidak akan enak dipakainya kalau memaksakan memakai jas yang kebesaran," katanya.

Berdasarkan pantauan, tenda yang menghiasi seluruh halaman Gedung DPRD sudah terlihat dan di desain untuk memberikan kenyamanan terhadap pada seluruh tamu undangan yang akan hadir. Termasuk persiapan di ruang utama paripurna DPRD Garut sudah dihiasi dengan bunga dan kursi yang tersusun rapi.

Namun saat acara gladi bersih, tiba-tiba anggota DPRD terpilih yang akan dilantik kecewa dan mengeluhkan kualitas pakaian yang akan dikenakan dalam pelantikan tidak sesuai dengan ukuran dan kualitasnya buruk.

Hingga berita ini dilaporkan, belum ada jawaban dari pejabat Pemerintah Kabupaten Garut, yang bisa memberikan keterangan terkait kesiapan menjelang pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Garut.

Bahkan, saat menghubungi melalui ajudan Sekretaris Daerah (Sekda) memberikan jawaban, hanya saja tidak bisa mengkonfirmasi, lantaran Sekda sedang menuju Gedung Pendopo Garut, untuk menemui Bupati Garut.

Diberitakan sebelumnya, pegawai Sekretariat DPRD Garut, Asep Nur membenarkan adanya komplain dari para anggota DPRD yang akan dilantik terkait banyaknya pakaian yang tidak sesuai dengan ukuran badan.

"Memang ada komplain soal pakaian yang akan digunakan besok dalam proses pelantikan," ucapnya.

Asep juga menjelaskan, dalam pengadaan pakaian sebetulnya dilakukan oleh pihak ketiga setelah melalui proses lelang. Pihak ULP menunjuk perusahaan asal Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan pengadaan kain bagi para anggota DPRD.

"Kita sudah berkomunikasi dengan ULP, agar pihak ketiga yang mengerjakan pakaian anggota DPRD untuk dipanggil dan mengganti pakaian yang ada," cetsunya.

Sedangkan untuk proses pelantikan besok, semua anggota DPRD sepakat akan menggunakan pakaian lain. Soalnya, kalau menunggu perbaikan waktunya tidak akan terkejar.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR