Tetap Tidak Bisa Diangkat jadi PNS, Arsal Fatra Yoga Pratama

Bandung Raya

Senin, 12 Agustus 2019 | 15:02 WIB

190812150908-tetap.jpeg

ARSAL Fatra Yoga Pratama tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya, pascapertemuan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat di ruang rapat Inspektorat, Senin (12/8/2019). Pasalnya, pria yang sebelumnya dinyatakan lulus seleksi CPNS Tahun 2018 ini, tetap tak bisa menjadi PNS.

Dia enggan memberikan tanggapan panjang lebar mengenai hasil pertemuan dengan BPKSDM dan Inspektorat.

"Hasilnya tidak berubah, saya tetap dinyatakan tidak lulus. Kalau dikatakan kecewa, ya saya kecewa. Tapi mau bagaimana lagi," keluhnya sambil masuk ke dalam lift.

Dalam pertemuan itu Arsal datang didampingi istri dan orangtuanya. Sementara CPNS lainnya, Pratiwi Sekar Wangi diwakilkan oleh orangtuanya.

Ditemui terpisah, Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Barat, Asep Ilyas mengatakan, persoalan dua CPNS yang sempat ramai diberitakan di media cetak dan elektronik sudah selesai.

"Keputusannya tidak berubah, Arsal dan Pratiwi tetap dinyatakan tidak lulus. Bagaimana pun juga ini menyangkut ketentuan, tidak bisa kami merubah aturan. Semuanya kewenangan pusat, jadi enggak ada artinya jika daerah meluluskan karena tetap terganjal di Badan Kepegawaian Negara (BKN) kata Asep Ilyas.

Ketika ditanyakan titik pangkal persoalan dari kasus ini, ia menjelaskan muncul dari masing-masing pihak. Dari pihak Arsal dan Pratiwi yang tetap memaksakan diri ikut seleksi padahal jenjang pendidikan yang dibutuhkan tidak sesuai.

"Dari pihak panitia seleksi juga terjadi kesalahan, ada human error pada sistem. Sehingga tetap meloloskan keduanya walaupun sebenarnya tidak lulus klasifikasi. Tentunya ini menjadi catatan yang akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat," paparnya.

Ia menerangkan, pada proses seleksi CPNS Tahun 2018 peran daerah dalam hal ini BKPSDM Kabupaten Bandung Barat hanya sebagai fasilitasi seperti penyiapan sarana dan prasarana. Sementara kewenangan formasi dan kelulusan ada di tangan pemerintah pusat.

"Formasi dan semua persyaratannya pusat lah yang menentukan. Seperti formasi paramedik veteriner terampil di Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, jenjang pendidikan yang dibutuhkannya adalah D3 bukan S1," katanya.

Menurutnya, jika dipaksakan masuk akan berpengaruh pada golongan kepangkatan. "Untuk S1 itukan golongannya 3A, sedangkan D3 adalah 2C. Secara otomatis golongan iitu juga akan berpengaruh pada penggajian. Jadi tidak mungkin dipaksakan formasi D3 diisi S1," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Arsal Fatra Yoga Pratama, Pratiwi Sekar Wangi, dan Indra Pinasih gagal jadi PNS menjadi pegawai negeri sipil terganjal oleh persyaratan akademik yang
tidak sesuai dengan ijazah yang dimiliki ketiganya.

Mereka adalah bagian dari 7.315 peserta seleksi CPNS tahun 2018 di Kabupaten Bandung Barat. Hasil seleksi yang diumumkan 31 Desember 2018, ketiganya dinyatakan lulus seleksi namun oleh panitia seleksi nasional (Panselnas) dibatalkan karena dinilai tidak sesuai dengan syarat formasi yang dibutuhkan. Harusnya syarat jenjang pendidikan yang dibutuhkan Diploma III namun Arsal dan Pratiwi merupakan pemegang ijazah S-1, sedangkan permalasahan Indra Pinasih yang dibutuhkan dalam formasi itu untuk tenaga administrasi sementara ia sarjana elektro.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR