Menag: Pemerintah Siapkan Badal Haji Jemaah Wafat dan Safari Wukuf untuk yang Sakit

Haji

Jumat, 2 Agustus 2019 | 19:53 WIB

190802200230-menag.jpg

kemenag.go.id

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

PEMERINTAH akan mempersiapkan badal haji bagi jemaah haji wafat serta safari wukuf bagi jemaah haji sakit. Hal ini diungkapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai memimpin rapat koordinasi Amirul Hajj dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi, di Makkah.

“Badal haji menjadi bagian yang penting, karena keutamaan haji adalah wukuf di Arafah,” kata Menag, Jumat (2/8/2019), seperti dirilis laman resmi Kemenag RI.

Baca Juga: Saudi Tetapkan 1 Zulhijjah Jatuh Hari Ini, Wukuf Dilaksanakan 10 Agustus

Menag menambahkan, bagi jemaah yang wafat saat ada di embarkasi maupun di tanah suci, maka pemerintah menyiapkan petugas khusus untuk melaksanakan badal haji. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga Kamis, 1 Agustus 2019, pukul 16.00 waktu Arab Saudi, terdapat 44 jemaah yang wafat sejak awal masa operasional haji.

“Ada petugas-petugas khusus yang kita siapkan untuk melaksanakan badal haji tersebut,” kata Menag.

Badal haji menurut Menag juga akan dilakukan bagi jemaah yang sakit dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan hajinya. Sementara itu lanjut Menag, pemerintah juga menyiapkan skema safari wukuf bagi jemaah haji yang sakit, tetapi dapat melakukan mobilisasi ke Arafah Muzdalifah dan Mina.

Baca Juga: Mbah Moen Bisa Cium Hajar Aswad Dapat Pengawalan Khusus

Menag menuturkan, pemerintah telah mempersiapkan kendaraan khusus bagi jemaah safari wukuf tersebut. “Bagi pasien-pasien dengan kondisi kesehatan yang sama sekali tidak memungkinkan karena tidak bisa lagi beribadah secara normal, maka mereka itu akan diberangkatkan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf dengan bus-bus yang sudah kita modifikasi,” ujarnya.

Sebagian mereka akan tetap berbaring di dalam bus, sebagian duduk dalam kursi roda masing-masing mungkin dengan infus dan beberapa peralatan kesehatan yang masih melekat pada dirinya.”Tapi jemaah tetap kita berangkatkan ke Arafah untuk bisa melakukan wukuf. Itu kita namai safari wukuf,” terang Menag.

Baca Juga: Amirul Hajj: Kuota Bertambah Bisa Jadi Tragedi Jika Mina Tak Diperluas

Masalah kesehatan menurut Menag menjadi tantangan tersendiri pada pelaksanaan wukuf di Arafah. “Pola hidup sehat itu terus diperhatikan oleh jemaah haji kita sampai dengan puncaknya nanti wukuf di Arafah dan juga saat di Mina,” paparnya.

Tantangan lain yang terjadi saat wukuf di Arafah adah jemaah yang terpisah rombongan. Oleh karenanya Menag meminta jemaah agar senantiasa berada dalam regu dan rombongannya masing-masing.

Baca Juga: Wali Kota Cimahi Lepas 148 Calhal Kloter 90

“Jadi jangan terpisah jangan melakukan aktivitas sendiri-sendiri karena ini akan menyulitkan jadi tetap beraktivitas dalam koordinasi Karu, Karomnya masing-masing sehingga kebersamaan itu tetap bisa terjaga,” pesan Menag.

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijjah jatuh pada hari ini, 2 Agustus 2019. Maka, pelaksanaan wukuf di Arafah jatuh Sabtu, 10 Agustus 2019.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR