Ternyata Berteman Sejak Kecil

Hadapi Sabetan Pisau demi Ozil, Gelandang Muslim Arsenal Kolasinac Bikin Netizen Penasaran

Soccer

Jumat, 26 Juli 2019 | 15:05 WIB

190726150341-duo-b.jpg

net

Ozil dan Kolasinac di sesi latihan Arsenal.

Nama Kolasinac mendadak masuk trending topic sejumlah platform media sosial. Bukan lantaran pemain Arsenal berdarah Bosnia dan Herzegovina itu mencetak gol, melainkan karena aksi penyelamatannya. Bukan di lapangan hijau tapi di jalanan kota London. Tepatnya ia menyelamatkan koleganya Mesut Ozil dari serangan brutal geng kriminal bermotor yang hendak membajak mobil yang mereka kendarai.

Dikutip dari DailyMail, Jumat (26/7/2019) insiden pembajakan terjadi kemarin sekitar pukul lima sore. Dua Gooners yang hendak ke restoran Turki itu dikepung sejumlah pengendara motor bersenjata pisau.  Dari CCTV terlihat bagaimana Kolasinac mendorong Ozil ke dalam mobil dan menghalau kawanan “perompak mobil” itu dengan tangan kosong meski berisiko sabetan pisau.

Kolasinac saat memastikan Ozil selamat.

Ok now..!

Aksinya mendapat apresiasi dan tak itu saja, netizen pun dibuat penasaran apa yang membuat Kolasinac tak ragu membela El Buho? Terungkap jika mereka lebih dari sekadar kolega profesional, melainkan teman masa kecil. Keduanya dipertemukan di akademi Schalke 04. Terpisah empat tahun, Kolasinac (26) menjadikan Ozil sebagai panutan sekaligus kakak.

Sepertinya kelompok geng motor yang menyasar mobil Mercedes Ozil tak menyangka jika lebih dari hubungan apa pun, buruannya tengah bersama brother muslim. Ya, Kolasinac yang dijuluki The Tank dan The Destroyer dikenal sebagai muslim yang taat dan tak ragu membela siapa saja yang terancam. Lahir di Jerman  saat kedua orangtuanya lari dari amuk perang Balkan, sang ayah, Faik membesarkannya dengan nilai-nilai agama dan tradisi muslim Bosnia.

Lolos di tujuan.

Brother on and off the pitch.

Keluarga Kolasinac menetap di Karlsruhe di mana Faik bekerja di pabrik Mercedes-Benz untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. "Aku harus berterima kasih pada Jerman untuk semuanya, keluargaku juga demikian," katanya dalam wawancara tahun 2017. "Saat itu tidak mudah menjadi pengungsi. Di negara asalku perang berkecamuk, tidak mudah mengungsi  dan mendapatkan pijakan untuk hidup baru. Tapi Jerman memungkinkan itu.”

Menarik perhatian tim Jerman berkat kepiawaiannya dengan si kulit bundar Kolasinac tidak pernah melupakan keluarga. Setiap akhir minggu dia akan membantu ibunya sekadar  membeli burek dan membuat kue tar tradisional. Seluruh keluarganya juga biasa melakukan ziarah tahunan ke desa  Domanovici. Menurut ayahnya, Kolasinac selalu menikmati waktu bersama sesama warga pengungsi.

All the way to the altar: The Ozils and The Kolasinacs.

Kehidupan sederhana bernuansa tradisi Bosnia ini tak pernah luntur, bahkan setelah Kolasinac menikah dengan kekasih masa kecilnya yang juga influencer media sosial Bella bulan lalu di Baden, Jerman. Sedangkan hubungan baik dengan Ozil bermula dari Schalke 04. Ozil yang lebih senior tak hanya menerima tapi juga membimbingnya.

Hal yang sama berlanjut saat duo muslim ini kemudian dipertemukan di klub Liga Inggris, Arsenal di musim 2017. Bagi Kolasinac agama memainkan peran penting dalam kehidupannya. Dikatakan Faik, anak laki-lakinya itu tak jarang bolos sekolah untuk menghadiri pengajian di masjid.

Brother muslims.

Ayah yang bangga itu juga mengungkapkan di masa sulit keluarga mereka Kolasinac kecil lebih memilih menahan lapar daripada memakan daging babi, menu yang kadang menjadi satu-satunya pilihan. Kini apa yang dilakukannya demi Ozil sepertinya akan membuat Faik semakin bangga.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR