Domba Garut Kabupaten Bandung Diunggulkan di Tingkat Jabar

Bandung Raya

Kamis, 25 Juli 2019 | 12:23 WIB

190725122357-domba.jpg

Engkos Kosasih

POPULASI hewan peliharaan domba garut di Kabupaten Bandung mencapai jutaan ekor. Seiring dengan perkembangan ternak domba garut yang semakin berkembang pesat, sejumlah domba garut asal Kabupaten Bandung selalu unjuk kualitas di tingkat Jawa Barat maupun nasional.

"Pada Rabu (24/7/2019), sejumlah domba garut asal Kabupaten Bandung unjuk prestasi pada even expo dan kontes ternak tingkat Jabar di Indramayu. Kontes ternak domba itu rutin dilaksanakan tiap tahun di berbagai kota/kabupaten di Jabar," kata Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing (HPDKI) Kabupaten Bandung Baran Siswandi kepada galamedianews.com di Pasar Hewan Majalaya, Kamis (25/7/2019).

Sejumlah domba garut yang makalangan di Indramayu itu, kata Baran, domba garut Nagri (Iman Welman/Arjasari). Nagri juara satu pada kontes raja petet. Di kelas yang sama, domba garut Prabu (Cepi Ramdani/Arjasari) juara ketiga.

"Sedangkan domba garut Mojang Priangan (Dikdik Aprianto/Katapang), juara satu kelas ratu bibit dan domba Drona (Baran Siswandi/Ibun) juara dua kelas raja kasep. Satu lagi, Gembang (H. Arif Pridayat/Majalaya) juara tiga raja kasep," katanya.

Menurut Baran, ada lima ekor domba yang diunggulkan pada berbagai kelas di kontes ternak domba tersebut. Sedangkan Kabupaten Bandung mengirimkan 34 ekor domba untuk bersaing pada kontes tersebut.

"Tidak kurang dari 200 ekor domba garut yang hadir di kontes ternak domba tersebut. Mereka datang dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Namun mayoritas peserta raja petet," ungkapnya.

Baran juga turut menjelaskan, pada pelaksanaan kontes ternak tersebut, kategori raja kasep dengan penilaian pada bidang kesehatan dan postur tubuh. Kemudian usia antara 1-2 tahun. Penilaian kelas raja petet, dengan usia dibawah 1 tahun.

"Raja petet juga, kesehatan dan adeg-adeg menjadi bagian dari penilaian," ucapnya.

Kemudian ratu bibit, disebutkan Baran, dengan usia 1-2 tahun, kesehatan dan adeg-adeg menjadi pusat perhatian saat dilakukan penilaian.

"Pendukung lainnya, anak domba dari keturunan ratu bibit tersebut. Adeg-adeg atau postur tubuh serta raut wajah menjadi penilaian," jelasnya.

Penilaian pada raja pedaging, kata Baran, yaitu dengan usia domba 1-2 tahun, tetap penilaian pada sisi kesehatan domba dan bobot/berat domba.

"Dengan adanya kontes ternak domba itu dapat meningkatkan ekonomi peternak domba. Setelah dikonteskan, domba garut kelas petet, setelah juara harganya bisa tembus Rp 65 juta. Maka, dalam pelaksanaan kontes ternak domba dapat meningkatkan harga domba di pasaran," ungkapnya.

Menurutnya, melalui kontes ternak domba garut, bisa merangsang warga lain untuk memelihara atau ternak domba garut karena tertarik melihat domba garut.

"Yang tadinya tidak suka memelihara domba garut, bisa membeli domba. Dengan adanya kontes ternak domba garut, masyarakat sekitar turut diuntungkan secara ekonomi, khususnya para pelaku usaha mikro," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR