Luka Dalam Tak Bisa Diobati, Digagahi Tunangan Pemilik Seekor Anjing Disuntik Mati

Crime Story

Selasa, 23 Juli 2019 | 12:44 WIB

190723132631-luka-.jpg

dailymail

Seorang warga Oregon, Amerika Serikat dijatuhi hukuman 60 hari penjara untuk kasus yang tak terbayangkan. Pria bernama Fidel Lopez yang kini dilarang memiliki binatang itu harus berurusan dengan pengadilan setelah menggagahi anjing tunangannya. Sang tunangan melaporkan aksi yang dilakukannya beberapa waktu lalu.

Dikutip dari DailyMail baru-baru ini, pelaku yang berusia 52 tahun mengakui perbuatannya. Ia menggagagahi peliharaan jenis Lhasa Apso milik tunangannya hingga mati. Di hari nahas itu anjing berbulu cokelat yang dinamai Estrella tersebut ditemukan bersembunyi di bawah sofa dengan kondisi berdarah.

Estrella's breed.

Laporan Oregon Live, tunangan Lopez yang tak disebutkan identitasnya, kemudian membawa Estrella ke unit gawat darurat rumah sakit. Dan dokter hewan yang menanganinya kala itu  menyebut Estrella tak mungkin diselamatkan. Cedera internal parah yang diserutanya membuat dokter hanya memberi satu pilihamn: euthaniasia atau suntik mati.

Tak terima, tunangan Lopez meminta dokter melakukan tes pembuktian jika Estrella menjadi korban pemerkosaan. Mimpi buruknya menjadi kenyataan. Lopez yang sebelumnya beberapa kali melontarkan fantasinya pada binatang dan biasa menonton adegan intim hewan mengakui perbuatannya.

Pelaku tak mengelak.

Menyusul laporan yang diterima, Unit Kejahatan Seks Polisi Portland pun memulai investigasi pada Lopez. Hasilnya ia ditangkap setelah bukti DNA menghubungkannya pada kematian Estrella. Lopez dijebloskan  ke Penjara  Multnomah atas kejahatan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap seekor binatang.

Menurut Oregon Live, kepada aparat Lopez mengatakan aksi dilakukannya di kamar sang tunangan yang disebutnya tengah bertengkar dengan dirinya. Fakta lainnya Lopez melakuka aksinya dalam pengaruh alkohol. Sementara itu pengacara pelaku, Joe Calhoun mengatakan kliennya memang tertarik pada bestiality atau fantasi yang melibatkan hewan.

Berpendidikan kelas 6.

"Dia mengungkapkan semua kepadaku dan mengakui kesalahannya. Dia menerima konsekuensi  dan tanggung jawab dari perbuatannya," ujar Calhoun soal reaksi Lopez yang selama 24 tahun bekerja di restoran pancake. Di luar itu, pelaku yang tidak memiliki sejarah kriminal sebelumnya itu hanya mengenyam pendidikan hingga kelas enam. Dilakukan akhir tahun lalu, baru-baru ini pengadilan menjatuhkan vonis tiga tahun masa percobaan dan 60 hari penjara.

"Seandainya memungkinkan menjatuhkan vonis yang lebih lama, aku dengan senang hati akan melakukannya," ujar Hakim ultnomah County, Angel Lopez. Selain hukuman penjara, pelaku dilarang memiliki hewan peliharaan selama 15 tahun dan diharuskan menjalani evaluasi kesehatan mental.





Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR