Aktivis Lingkungan Tolak Pemindahan Pohon Asem Raksasa

Daerah

Minggu, 21 Juli 2019 | 19:45 WIB

190721191852-aktiv.jpg

Dally Kardilan

Salah satu pohon Ki Tambleg yang dimohon dipindahkan dari habitatnya di perkebunan tebu Purwadadi ke Bandung yang mendapat reaksi aktivis lingkungan.

Pohon asem (adansonia digitata) raksasa karena cukup besar dan berusia puluhan tahun yang dimohon diboyong ke Bandung untuk dipindahkan mendapat penolakan dari aktivis lingkungan. Sebab, pohon raksasa yang sering disebut Ki Tambleg dianggap spesies langka dan berkeramat. Menurut salah seorang aktivis lingkungan, Cece Rahman yang dihubungi Minggu (21/7/2019) membenarkan, kalau dirinya mendengar telah salah satu pohon di daerah Purwadadi sudah ada yang akan memndahkan ke Bandung. Tentu saja pihaknya merasa keberatan dan sudah sejak lama melakukan konservasi atau membuat bibit serta menanam pohon ki tambleg.Bahkan bukan hanya Cece tetapi juga dari Maps, Gival dan Yayasan Sagunung Samaung, Iis Rochayati pun menolak keras adanya permohonan pemindahan dari salah satu Yayasan di Bandung yang akan memindakan pohon Ki Tambleg di kebun tebu Blok Waladin Desa Pasir bungur Kecamatan Purwadadi.Kita menolak dengan dasar UU No 5/1990 tentang KSDAH dan ekosistemnya, pasal 21 ayat (a) mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, mengangkut dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian bagianya dalam keadaan hidup atau mati, ujarnya.Kemudian, butir (b) mengeluarkan tumbuhan yg dilindungi atau bagian bagianya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. Untuk itu kami mengeluarkan petisi dalam rangka menjaga pohon ki tambleg dari rong rongan pihak manapun yang tidak bertanggung jawab,tegasnya.Adapun isi petisinya dalam menolak pemindahan pohon Adonsonia Digitata/Baobab African dan Pemkab.Subang harus tegas untuk tidak memberikan ijin atau rekomendasi terhadap pemohon pemindahan ki tambleg dari habitatnya. Bagi siapapun yang mau menanam pohon Ki Tambleg silahkan untuk menanam mulai dari benih ataupun bibit dibawah usia 10 tahun, ungkapnya.Namun surat permohonan dari salah satu Yayasan di Bandung ke BLH Subang pun hingga kini belum ada jawaban pasti. Bahkan Sekda Subang, H.Aminuddin yang diminta komentarnya mengatakan ketidak-setujuannya. Kita belum baca suratnya dan yang pasti jangan sampai dipindahkan. Sebaliknya harus dilestarikan, katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR