Inilah Bahayanya Aplikasi Palsu Wajah Tua FaceApp

Ragam

Sabtu, 20 Juli 2019 | 19:41 WIB

190720194713-inila.jpg

instagram

Sandiaga Uno

KASPERSKY telah mengidentifikasi aplikasi palsu yang dirancang untuk menipu pengguna, sehingga menganggap aplikasi itu adalah versi bersertifikat aplikasi wajah tua FaceApp.

Aplikasi FaceApp palsu itu akan menginfeksi perangkat korban dengan modul adware yang disebut MobiDash.

Setelah diunduh dari sumber tidak resmi dan diinstal, aplikasi palsu itu mensimulasikan kegagalan dan kemudian terhapus. Setelah itu, modul berbahaya dalam aplikasi tersebut memasuki perangkat pengguna secara diam-diam dan menampilkan iklan.

Baca Juga: Ini 3 Aplikasi yang Lebih Bahaya dari Faceapp

Menurut data Kaspersky, sekitar 500 pengguna unik telah menemui masalah dalam dua hari terakhir, dengan deteksi pertama muncul pada 7 Juli 2019. Ada hampir 800 modifikasi modul berbeda yang telah diidentifikasi.

“Orang-orang di belakang MobiDash sering menyembunyikan modul adware mereka dengan kedok aplikasi dan layanan populer. Ini berarti bahwa kegiatan FaceApp versi palsu dapat meningkat, terutama jika kita berbicara tentang ratusan target hanya dalam beberapa hari," kata Igor Golovin, peneliti keamanan di Kaspersky, akhir pekan ini.

Baca Juga: Demam Aplikasi Rusia FaceApp, Ini Risiko Mengejutkan dari #FaceAppChallenge

“Kami menyarankan pengguna untuk tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi dan menginstal solusi keamanan pada perangkat mereka untuk menghindari kerusakan,” tambah Igor.

Aplikasi wajah tua FaceApp sedang viral. Namun, di balik ketenaran aplikasi ini, masyarakat juga mempertanyakan bagaimana keamanan data para penggunanya.

Baca Juga: Dari Ariana Grande Hingga Rihanna, Seleb pun Demam #FaceApp Challenge

Untuk itu Kaspersky memberikan langkah-langkah proaktif dan rekomendasi bagi para pengguna agar terhindar dari risiko keamanan yang berbahaya. Produk Kaspersky mendeteksi dan memblokir ancaman not-virus: HEUR: AdWare.AndroidOS.Mobidash.

Sumber: bisnis.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR