Bantu Petani yang Terdampak Kekeringan, 235 PPL di Sumedang Diturunkan ke Lapangan

Daerah

Kamis, 18 Juli 2019 | 17:04 WIB

190718170015-bantu.jpg

net

Ilustrasi kekeringan.


DINAS Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kab.Sumedang mengerahkan 235 petugas penyuluh lapangan (PPL) yang tersebar di 26 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), untuk membantu petani dalam mengatasi masalah kekeringan.

"Untuk merespon keluhan petani, terkait masalah kekeringan, kami sudah kerahkan seluruh PPL yang berjunlah 235 orang untuk terjun ke lapangan," kata Kepala DPKP Kab. Sumedang, Yosep Suhayat di ruang kerjanya, Kamis (18/7/2019).

Menurut Yosef, mereka diinstruksikan untuk mendata potensi kekeringan yang terjadi di wilayah binaannya masi-masing. Sehingga data itu dibutuhkan untuk intervensi penangananya.

Misalnya, mana tanaman padi yang masih bisa diselamatkan dan mana yang tidak. Untuk tanaman padi yang masih diselamatkan, itu bisa diintervensi dengan mencarikan sumber air terdekat, dan mengalirkan dengan mesin pompa.

"Prinsipnya, kami akan berusaha secara optimal membantu petani,  dalam mengatasi masalah  kekeringan ini," kata Yosep.

Menurutnya,  berdasarkan laporan sementara, luas kekeringan mencapai 100 hektar. Dengan sebaran wilayah terdapat di Kecamatan Ujungjaya, Situraja, Ganeas, dan beberapa lokasi sawah tadah hujan lainnya. "Untuk data secara rincinya, kami masih menunggu laporan dari petugas lapangan," ujarnya.

Menurutnya, gagal tanam atau panen  yang diakibatkan kemarau panjang,lebih disebabkan faktor "kenakalan" petani yang cenderung mengambil risiko "ngadu milik (dulik).
"Berulang kali kami sudah menekankan dan mengimbau kepada mereka (petani), agar untuk sementara waktu tidak menanam padi. Namun karena masih saja ada diantara mereka yang tidak menggubris imbauan tersebut, maka beginilah kejadiannya (gagal tanam)," ungkapnya.

Akibat kejadian itu, kerugian yang dialami petani bisa mencapai puluhan juta rupiah. Dengan asumsi kerugian, meliputi biaya pembelian benih, pupuk dasar dan upah pengolahan sawah.  Akan tetapi siituasi itu tidak berdampak signifikan mengganggu ketahanan pangan di Sumedang.

"Jauh hari sebelumnya, PPL sudah menganjurkan petani untuk tidak menanam padi. Mereka pun diarahkan untuk menanam palawija dan tanaman lainnya yang tidak membutuhkan air banyak. Hal itu sudah berulang kali disanpaikan, terutama dalam pertemuan kelompok. Lepas dari hal itu, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membantu petani, dalam mengatasi kekeringan ini," tandasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR