Ilmu yang Paling Tinggi Membuat Cinta Kepada Allah Kian Membara

Ragam

Kamis, 18 Juli 2019 | 04:53 WIB

190717223520-ilmu-.jpg

Net


TAK kenal maka tak sayang. Artinya, kecintaan dan kebencian seseorang, sebanding dengan pengetahuan seseorang pada objek tertentu.

Semua yang ada di sekitar kita, pasti memiliki potensi baik dan buruk. Ada yang dominan baiknya, ada yang dominan buruknya. Ada yang isinya hanya kebaikan, dan ada yang isinya hanya keburukan.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah manusia pilihan yang isinya hanya kebaikan. Semakin lengkap pengetahuan seorang mukmin tentang beliau, akan berpengaruh dengan semakin besarnya kecintaan mereka kepada beliau. Ketika ada orang yang membenci Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bukti dia tidak kenal siapa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Iblis adalah makhluk yang isinya hanya keburukan. Semakin lengkap pengetahuan seorang mukmin tentang Iblis, akan berpengaruh dengan semakin besarnya kebencian mereka kepadanya.

Karena itu, ketika ada orang yang mengagungkan Iblis, bukti bahwa dia tidak mengenal Iblis.

Sebagaimana ini berlaku antara mahluk dengan mahluk, ini juga berlaku antara mahluk dengan Allah.

Allah Dzat yang Maha-Baik, Maha Sempurna semua nama dan sifat-Nya. Maha Suci dari semua kekurangan. Semakin sempurna pengetahuan seseorang tentang Allah, semakin besar pula kecintaan mereka kepada-Nya.

Karena itulah, ilmu tentang Allah merupakan ilmu yang paling tinggi derajatnya. Setidaknya ada 2 alasan:

1. Ilmu tentang Allah membuahkan kecintaan kepada Dzat Yang Menciptakan mahluk..

2. Ilmu tentang Allah berarti membahas tentang Allah. Dan nilai kemuliaan ilmu, berbanding dengan objek yang dibahas.

Ibnul Qayyim mengatakan, "Kemuliaan ilmu mengikuti kemuliaan yang dipelajari… kita sangat yakin, bahwa objek ilmu yang paling mulia dan paling agung adalah tentang Allah. Dzat yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Rab semesta alam, Yang mengatur langit dan bumi, Sang Raja, Yang Maha Benar, Yang sempurna dalam menjelaskan (al-Mubin), Yang sempurna semua sifat-Nya, Maha Suci dari semua aib dan kekurangan, Maha Suci dari semua bentuk penyerupaan terhadap makhluk. Kita sangat yakin, ilmu tentang Allah, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan semua perbuatan-Nya adalah ilmu yang paling agung dan mulia. (Miftah Dar as-Sa’adah, 1/86).

Ketika seseorang mengenal kebaikan Allah baginya dan bagi semua mahluk-Nya, maka akan timbul rasa cinta dan ketergantungan hati kepada-Nya. Karena makhluk ini lemah, dan mereka butuh kasih sayang dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ibnul Qayyim menjelaskan, "Rasa cinta dan rindu kepada Allah itu mengikuti pengetahuan seseorang dan kadar ilmunya tentang Allah. Ketika pengetahuan seseorang tentang Allah semakin sempurna, maka kecintaannya kepada Allah akan semakin sempurna… karena itu, siapa yang beriman kepada Allah, nama-nama-Nya, semua sifat-Nya, ajaran agama-Nya, maka dia akan semakin mencintai Allah. dan akan semakin sempurna kemampuan dia untuk bisa menikmati lezatnya berhubungan dengan Allah, melihat wajah-Nya (ketika di surga), serta mendengarkan kalamnya." (al-Fawaid, hlm. 53).

Malik bin Dinar – seorang ulama tabi’in – mengatakan, "Ketika penduduk dunia meninggalkan dunia, mereka belum merasakan sesuatu yang paling nikmat di sana.

Ada yang bertanya, “Apa itu?”

Jawab beliau, “Makrifatullah (mengenal Allah) Ta’ala.” (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, 2/358).

Allahu a’lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR