GBLA Tidak Terawat, Ini Kata Mang Oded

Bandung Raya

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:15 WIB

190717182219-gbla-.jpg

Darma Legi

Walikota Bandung Oded M Danial didampingi Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana dan Kadispora Kota Bandung Edi Marwoto meninjau kondisi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Rabu (17/07/2019).


SETELAH dikabarkan tidak terawat, pemerintah Kota Bandung tinjau beberapa fasilitas yang berada di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Selain tingginya rumput di lahan parkir, retaknya lantai di pintu masuk stadion menjadi salah satu sorotan utama kerusakan stadion.

"Saya sengaja hari ini dengab pak Wakil, ingin memastikan tentang kondisi dari GBLA ini, dan dari laporan Dispora ternyata kalau didalam terpelihara semua. Cuma memang yang diluar, seperti itu adanya," kata Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat meninjau Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (17/7/2019).

Membahas mengenai status pengelolaan GBLA, menurutnya Pemkot masih terkendala penyelesaian serah terima aset bersama PT Adhi Karya. Dan sekarang ia tengah memerintahkan Wakil Wali Kota, Yana Mulyana untuk melakukan komunikasi bersama pihak tetkait.

"Dari tiga tahap ini masih ada yang belum diserah terimakan kepada kami dari Adhi Karya. Saya sudah minta pa Wakil untuk secepatnya berkomunikasi. Setelah itu apakah pengelolaan akan dikelola sendiri atau kerjasama, karena kita sudah punya Perda mengenai pengelolaan aset daerah" katanya.

Menyinggung adanya pernyataan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, agar pengelolaan diserahkan pada Provinsi, pihaknya mengaku masih akan berupaya mengelola aset tersebut secara mandiri.

"Nanti kita lihat dulu lah, kita harus komunikasi dulu. Kita upayakan dulu sendiri, tapi seperti yang tadi saya katakan skemanya apakah dikesjasamakan. Karena kita punya Perda, justru ini payung hukumnya dulu, karena saya tidak mau bikin kebijakan tanpa payung hukum," tegasnya.

Menyinggung mengenai rencana kerjasama bersama PT PBB, khususnya setelah menyelesaikan serah terima bersama PT Adhi Karya, menurut Oded, kerjasama tidak harus dilakukanbersama PT PBB namun juga pihak lain.

"Ya saya kira nanti dikajilah aturannya. Kan harus ada lelang, saya kira tidak harus dengan PT PBB saja. Dengan siapapun bisa," tegasnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menjelaskan, bahwa serah terima aset antara Pemkot bersama PT Adhi Karya baru selesai pada tahap 1 dan 3. Sedangkan tahap 2 masih terganjal wanprestasi senilai 4,7 Milyar rupiah.

"Kan gini, GBLA ini dibangun melalui 3 tahap, tahap pertama sudah serah terima. Tahap kedua belum, karena berdasarkan temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) itu ada wanprestasi senilai 4,7 Milyar. Nah ini yang belum ada titik temu karena menurut pihak Adhi Karya sudah selesai semua," jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya merasa sulit menyelesaikan serag terima tahap kedua mengingat nominal wanprestasi tersebut cukup besar."Nah kami kan sulit kalau tiba-tiba menghapus. Maka seizin pa Wali kami membuka kembali komunikasi beraama PT Adhi Karya. Intinya mudah-mudahan sudah bisa dilakukan serah terima tahap kedua, dengan komunikasi dan silaturahmi mudah-mudahan bisa menghasilkan yang terbaik lah," katanya.

Menyinggung kapan Stadion GBLA bisa digunakan kembali secara normalm pihaknya meyakinkan bahwa stadion bisa digunakan  Bahkan ia menilai stadion GBLA sudah bisa menjadi stadion berstandar FIFA dan UEFA.

"Jadi pemkot meyakinkan masyarakat, GBLA ini bisa digunakan dan dimanfaatkan secara aman dan nyaman. Kalau kita lihat dari infrastrukturnya sangat memungkinkan menjadi standar FIFA dan UEFA," tegasnya.

Bahkan, sebagai Ketua Askot PSSI Kota Bandung, Yana ingin GBLA digunakan untuk pembinaan. "Punten saya kan ketua PSSI Kota Bandung, tentu punya kepentingan juga agar ini bisa digunakan Persib sekaligus kita mencetak bibit-bibit utk kita suplay ke Persib, intinya kita sedang proses," tegasnya.

Untuk merawat Stadion GBLA, Pemkot dikatakan telah menghabiskan biaya sebesar 1,2 Milyar per tahun. Biaya teraebut hanya meliputi perawatan di dalam Stadion serta listrik.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR