Ini Sosok Almarhum Yanto Dimata General Manager Diklat Persib

Maung Ngora

Rabu, 17 Juli 2019 | 17:20 WIB

190717165138-ini-s.jpg

Sutanto


SOSOK penasehat di Diklat Persib itu telah tiada. A. Yanto wafat Selasa (16/7/2018) di usianya ke 58 tahun. Almarhum dimakamkan Rabu (18/7/2018) di pemakaman umum Maleer.  

Meski berstatus sebagai masseur di Diklat Persib, almarhum yang seering dipanggil Abah, memiliki peran penting dalam terbentuknya pesepakbola muda yang lahir dari rahim Diklat Persib.

Beliau merupakan sosok yang tak banyak bicara, tetapi dalam soal bekerja tak perlu ditanyakan lagi, ia rajin. Di setiap latihan hingga pertandingan, Abah hadir lebih awal dibanding pemain. Menyiapkan berbagai peralatan membantu kit-man, hingga menyiapkan beberapa cangkir kopi hangat bagi pelatih.

Keluarga Diklat Persib, bakal merindukan sosok Abah. Di setiap pertandingan away, kamarnya adalah tempat yang rutin dikunjungi untuk meregangkan otot pemain usai berlaga. Itulah momen ketika ia menghembuskan nasihat jitu kepada para pemain Diklat Persib. Nasihat sederhana tetapi memberikan perubahan besar dan mengguncang.

General Manager Diklat Persib, Yoyo S Adiredja mengenang jika Abah menjadi salah seorang yang ikut merintis terbentuknya Diklat Persib pada 2013 silam. Bukan hanya menjaga kondisi pemain dengan memberikan sentuhan lewat tangannya, Abah Yanto adalah motivator.

"Beliau menjadi contoh buat kita semua, beliau tidak pamrih, kerja sepenuh hati, tanggung jawab dan sering membantu pekerjaan orang lain," kata Yoyo.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR