Cuaca Dingin, Pemkab Garut Sediakan Selimut

Daerah

Rabu, 17 Juli 2019 | 15:59 WIB

190717155955-cuaca.jpg

suara.com

Ilustrasi.


PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut menyiapkan sebanyak 3.000 selimut untuk mengantisipasi cuaca dingin yang terjadi saat musim kemarau sekarang ini.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, cuaca cukup ekstrim yang kerap terjadi akhiir-akhir ini, terutama di sekitar wilayah pegunungan membuat masyarakat meminta bantuan selimut.  

"Paling ekstrim di Garut itu sampai 15 derajat celcius. Sekarang saja suhunya 22 sampai 23 derajat celcius, tapi dingin sekali anginnya itu," ujarnya, Rabu (17/7/2019).  

Menurut Rudy, ribuan selimut tersebut sudah disiapkan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut. Bagi masyarakat yang membutuhkan, bisa menghubungi pihak BPBD.  

"Pembagiannya sporadis saja. Tapi ada juga beberapa tempat yang jadi prioritas," ucapnya.

Rudy menuturkan, sejumlah tempat yang membutuhkan selimut terutama berada di sekitar kaki gunung, seperti di wilayah kaki Gunung Cikuray, kaki Gunung Guntur, Papandayan, dan Talaga Bodas.

Meskipun saat ini cuaca cukup ekstrim, namun diungkapkan Rudy, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan cuaca ektsrim.

"Belum, belum ada laporan ada gangguan kesehatan karena cuaca ekstrim. Saat ini kami bantu berikan selimut dulu untuk menghangatkan," katanya.

Rudy menambahkan, selain menyiapkan bantuan selimut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut juga sudah melakukan antisipasi adanya ancaman bahaya kekeringan akibat kemarau. Menurutnya, Pemkab Garut sudah menyediakan pasokan air bersih bagi warga yang membutuhkan.

"Pemkab telah menyediakan pasokan air untuk warga yang membutuhkan. Mau jam berapa pun air akan segera di kirim. Pokoknya bila diperlukan kami siap 24 jam," ucapnya.

Apalagi, lanjut Rudy, saat ini Pemkab (Garut)  melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membentuk Tim Reaksi Cepat Siaga Kemarau (TRCSK). Tim yang diisi sejumlah dinas terkait tersebut akan membantu untuk menangani berbagai permasalahan di masyarakat menyangkut kekeringan dampak dari musim kemarau.

"Seperti kebutuhan air bersih, kekurangan pangan, kebakaran hutan, dan kekeringan sawah atau lahan pertanian," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR