50 Tahun Setelah Misi Apollo, Dari London Hingga Jekardah Warga Dunia Saksikan Half-blood Moon

Dunia

Rabu, 17 Juli 2019 | 14:06 WIB

190717140442-dari-.jpg

dailymail


Semalam tak sedikit warga di berbagai penjuru dunia setia memandangi langit demi menyaksikan gerhana Bulan parsial yang membuat satelit Bumi itu tampak berwarna merah. Fenonema yang kembali terjadi 50 tahun sejak misi Apollo 11 itu bisa dilihat dengan mata telanjang.

Sejumlah kawasan mulai dari Eropa termasuk Yunani, Turki, sebagian besar Asia, Afrika, bagian timur Amerika Selatan dan bagian barat Australia ikut menjadi saksi. Gerhana bulan sendiri terjadi ketika Bumi, Matahari, dan Bulan hampir persis sejajar dengan Bulan berada di sisi berlawanan Bumi dari Matahari.

Saat bergerak menuju bayang-bayang Bumi, Bulan  diterangi sinar matahari yang melewati atmosfer sehingga menghasilkan warna merah yang tidak biasa.
Tak itu saja half-blood Moon kali pun tepat setengah abad tepat sejak Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Michael Collins memulai perjalanan bersejarah umat manusia ke permukaan Bulan.

Seperti apa keindahannya? Berikut di antaranya seperti dikompilasi dari DailyMail kemarin:

West Yorkshire, Inggris

 

Manhattan, New York, AS

 

Cape Sounion, Yunani

 

Roma, Italia

 

Srinagar, India

 

Sao Paulo, Brasil

 

Istanbul, Turki

 

Speyer, Jerman

 

Quba, Cina

 

Last but not least: Jekardah

Amazing..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR