Rute 11 Trayek Angkot Berubah Pascarekayasa Lalu Lintas Cipaganti

Bandung Raya

Rabu, 17 Juli 2019 | 05:47 WIB

190717054940-rute-.jpg

Bagian Humas Setda Kota Bandung

Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung, Asep Kurnia


REKAYASA lalu lintas di kawasan Cipaganti, Setiabudi, dan Sukajadi Kota Bandung tidak hanya berdampak pada pengalihan arus lalu lintas kendaraan pribadi, tetapi juga angkutan umum. Beberapa rute angkutan umum turut berubah mengikuti rekayasa arus lalu lintas.

Warga Bandung yang sehari-hari menggunakan kendaraan umum perlu mengantisipasi perubahan rute ini. Seluruhnya, ada 11 rute angkutan kota dan angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang berubah.

Dalam rilis yang diterima galamedianews, sejumlah angkutan tersebut antara lain angkot jurusan Abdul Muis – Ledeng, Cicaheum – Ledeng, Cicaheum – Ciroyom, Margahayu Raya – Ledeng, dan Sederhana – Cipagalo, atau yang lebih dikenal dengan jurusan Kebon Kalapa – Sukajadi.

Selain itu, ada pula jurusan Cibaduyut – Karang Setra, Stasiun Hall – Ciumbuleuit via Jalan Eyckman, Stasiun Hall – Ciumbuleuit via Cihampelas, dan Ciroyom – Sarijadi. Angkutan AKDP yang terdampak adalah angkot Stasiun Hall – Lembang. Sedangkan angkutan bus yang berubah adalah Damri Leuwi Panjang – Ledeng.

Soal perubahan rute ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung telah menggelar pertemuan dengan para penyedia jasa angkutan. Kendati sempat terjadi dinamika, aspirasi para sopir angkot dapat terakomodir.

“Misalnya saat mereka minta rute angkot dibelokkan ke Jalan Sederhana karena daerah tersebut merupakan kantung-kantung penumpang. Kami akomodasi, dan pada akhirnya bisa berjalan dengan baik,” jelas Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung, Asep Kurnia.

Asep menuturkan, pihaknya juga mengoptimalisasi lampu lalu lintas. Hal itu dengan membalikan arah beberapa lampu lalu lintas dan mengatur ulang durasi lampu menyala. Optimalisasi itu di tiga persimpangan utama, yaitu persimpangan Pasteur – Cipaganti, Pasteur – Setiabudi, dan Pasteur – HOS Cokroaminoto.

“Untuk memaksimalkan kapasitas jalan, kami juga menghilangkan parkir di Pasir Kaliki, di kiri maupun kanan. Jadi harus masuk ke pelataran parkir pertokoan sekitar,” jelasnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR