Polisi Ciduk Tiga Kakak Beradik Pelaku Curanmor

Halo Polisi

Senin, 15 Juli 2019 | 19:48 WIB

190715194950-polis.png

merdeka.com

Ilustrasi.


KEPOLISIAN Sektor (Polsek) Tarogong Kidul berhasil menangkap tiga orang pencuri spesialis kendaraan bermotor roda dua yang selama ini aksinya cukup meresahkan warga.

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah, didampingi Panit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Wahyono Aji, mengatakan, tiga orang pelaku pencurian tersebut diketahui merupakan satu keluarga kandung, dimana salah satunya merupakan residivis pada kasus yang sama.   

Menurut Hermansyah, ketiga orang yang diamankan tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan sejak Mei 2019 lalu. Dasar penagkapan terhadap ketiganya adalah aksi yang mereka lakukan saat melakukan pencurian kendaraan roda dua (sepeda motor) di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul beberapa waktu lalu.   

"Saat kita tangkap dan periksa, ternyata ketiganya mengaku sudah puluhan  kali melakukan aksi pencurian (kendaraan bermotor) di sejumlah kecamatan di wilayah hukum Polres Garut. Untuk laporan yang masuk ke kita sendiriada tiga lokasi. Sedangkan ada di wilayah lain seperti Cilawu, Bayongbong, dan lainnya. Kalau ditotalkan sudah puluhan kali," ujarnya, Senin (15/7/2019).

Hermansyah menyebut, ketiga orang yang berhasil diamankan tersebut masing-masing berinisial UA (29), IA (24),dan SE (21). Ketiganya merupakan kakak beradik dari satu keluarga. Dalam menjalankan aksinya, mereka mempunyai tugas masing-masing. Ada yang berperan sebagai pemetik, dan ada juga joki.     

"Kalau yang metik itu kakaknya yang berinisial UA. Sedangkan dua adiknya yaitu IA dan SE merupakan joki, baik saat beraksi maupun mengantarkan motor hasil curian," ucapnya.

Hermansyah menuturkan, ketiga kakak beradik yang ditangkap pada Minggu (14/7/2019) kemarin itu merupakan salah satu jaringan yang muaranya ada di wilayah Jabar Selatan. Ia pun mengaku, pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut karena terdapat pemodal di dalamnya.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, lanjut Hermansyah, setidaknya lebih dari tiga kelompok yang satu jaringan dengan mereka. Dari kelompok-kelompok tersebut, diketahui pemodalnya berjumlah satu orangdan berada di wilayah Jabar Selatan.  

"Jadi si pemodak ini memberikan modal kepada salah satu pelaku dan dibagikan saat mereka berhasil melakukan aksi pencurian. Untuk pemetik, diberi upah hingga Rp 1 juta. Sedangkan yang menjadi joki, minimal diberi uang Rp 500 ribu setiap kali menjalankan aksinya," katanya.   

Hermansyah menyebutkan, setiap minggunya jaringan kelompok kakak beradik itu bisa memetik hingga 5 sepeda motor dari wilayah Kabupaten Garut. Kemudian, motor-motor hasil curian tersebut langsung diantarkan ke wilayah jabar Selatan untuk diberikan kepada si pemberi modal.   

"Kemungkinan besar hasil curiannya itu dijual lagi di wilayah Jabar Selatan," ucapnya.

Hermansyah menambahkan, dari para pelaku pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya dua unit kendaraan roda dua (sepeda motor), dan kunci letter T atau astag yang diduga biasa digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya.  

"Masih ada beberapa barang bukti lagi yang akan segera kita ambil. Kita terus kembangkan, semoga bisa sampai ke akarnya," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR