Pemkot Cimahi Targetkan PAD dari Sektor IMTA Rp 782 Juta

Bandung Raya

Senin, 15 Juli 2019 | 18:26 WIB

190715182458-pemko.jpg

net

Ilustrasi.


PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cimahi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) tahun ini, bisa mencapai Rp 782 Juta.

"Mulai tahun ini setiap perpanjangan IMTA kita mendapat PAD, targetnya untuk tahun ini Rp 782 juta, dengan perhitungan per satu orang TKA (Tenaga Ketja Asing) selama 1 tahun membayar 1.200 dolar amerika," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2TKT) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Isnendi kepada galamedianews.com di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Senin (15/7/2019).

Menurutnya, sampai dengan Juli ini baru 27 orang TKA yang memperpanjang IMTA, dari 46 orang TKA yang masih bekerja di Kota Cimah. "Berdasarkan data, ada kurang lebih 19 orang lagi yang akan memperpanjang IMTA. Tahun ini jumlah TKA yang bekerja di Kota Cimahi lebih sedikit, karena ada yang habis kontrak," beber Isnendi.

Dijelaskanya, IMTA adalah izin yang harus dimiliki untuk setiap TKA yang dipekerjakan oleh kegiatan usaha. "IMTA setiap tahun harus diperpanjang, kalau ngga (diperpanjang) ada sanksinya. Pengajuan IMTA di tahun pertama ke Kementerian Tenaga Kerja RI,  IMTA tahun kedua dan seterusnya dari Disnaker Kota," terang Isnendi.

Lebih jauh dikatakannya, pembayaran IMTA berdasarkan kurs yang berlaku ketika IMTA dikeluarkan. "Target PAD kita untuk IMTA mudah-mudahan tercapai, tapi tergantung keberadaan mereka, kalau tidak diperpanjang berarti target berkurang. Sebaliknya kalau diperpanjang optimis tercapai," bebernya.

Dijelaskan Isnandi, para TKA yang saat ini berada di Kota Cimahi berasal dari berbagai negara, seperti India, Filiipina, Jepang, Korea, China, Taiwan, dan Malaysia

"Mereka ada yang bekerja sebagai tenaga profesional di industri, dan ada juga pengajar di sekolah international," bebernya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR