Disdik Jabar: Laporkan Jika Ada Perpeloncoan saat MPLS

Daerah

Senin, 15 Juli 2019 | 16:27 WIB

190715162817-disdi.jpg

Ratusan siswa baru saat mengikuti kegiatan MPLS di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Senin (15/7/2019).

KANTOR Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah XI melarang SMA dan SMK melakukan perpeloncoan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru.

Kepala KCD Pendidikan Jawa Barat Wilayah XI, Asep Sudarsono, mengatakan, petunjuk teknis MPLS sudah disosialisasikan ke semua sekolah. Bila ditemukan ada sekolah yang masih mengadakan aksi perpeloncoan kepada siswa baru, maka akan diberikan sanksi.

"Beritahu kami kalau masih ada (sekolah) yang kasih tugas tak realistis. Nanti akan kami beri tindakan," ujarnya usai memantau MPLS di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Senin (15/7/2019).
 
Menurut Asep, tugas yang tak realistis tersebut seperti memberi tugas menggunakan kaso kaki berbeda warna, mengumpulkan beberapa butir beras atau kacang,dan yang lainnya.

"Itu semua sudah dilarang. Apalagi sampai pakai pita yang banyak atau tali rapia untuk sabuk. Kaos kaki sebelah-sebelah, kiri merah, kanan putih. Kalau masih ada yang begitu lapor ke kami," ucapnya.

Asep menyebut, tujuan MPLS untuk membuat siswa beradaptasi dan mengenal lingkungan sekolah, jangan dijadikan ajang balas dendam. Karena itu pihaknya akan memberikan teguran ke pimpinan sekolah jika masih ada perpeloncoan.

"MPLS itu biar anaknya nyaman saat pertama sekolah. Maka itu, tidak boleh lagi ada aksi perpeloncoan," katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin, memastikan tak ada aksi perpoloncoan pada kegiatan MPLS di sekolahnya. Selain itu, para siswa baru juga tidak dibebani tugas yang tak realistis.  

Menurut Dadang, MPLS dilakukan selaa tiga hari dengan diikuti sebanyak 864 siswa baru. Pihaknya lebih mengenalkan situasi lingkungan di sekolah sebelum para siswa mulai belajar.

"Sejak lima tahun ke belakang sudah tidak ada lagi aksi perpeloncoan. Siswa juga tidak diberikan tugas yang aneh-aneh. Sekarang ini sifatnya lebih ke yang terkini, milenial, dan mendidik," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR