Normalisasi Sungai Citarum Sepanjang 5,5 Km Ditargetkan Selesai Tahun Depan

Bandung Raya

Minggu, 14 Juli 2019 | 14:49 WIB

190714143031-norma.jpg

Engkos Kosasih


PELAKSANA lapangan Normalisasi Sungai Citarum Asep Setiawan menyatakan, pengerjaan proyek normalisasi Sungai Citarum sepanjang 5,5 km dengan lebar bervariatif pada kanan kirinya di lima desa dan tiga kecamatan di Kabupaten Bandung ditargetkan rampung selama 12 bulan atau setahun kedepan. Pengerjaan normalisasi Sungai Citarum itu yang melintasi Desa Rancakasumba Kecamatan Solokanjeruk, Desa Mekarsari Kecamatan Ciparay, dan Desa Majasetra, Majalaya dan Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya.\
 
"Saat ini baru selama 1 bulan pengerjaan. Normalisasi Sungai Citarum ini merupakan program kerja Balai Besar Wilayah Sungai Citarum. Pengerjaannya dari Desa Rancakasumba sampai jembatan Patrol Desa Majalaya sepanjang 5,5 km," kata Asep kepada galamedianews.com di sela-sela pengerjaan normalisasi Sungai Citarum di Desa Majasetra Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Minggu (14/7/2019).

Asep mengatakan, pelaksanaan normalisasi Sungai Citarum berlangsung kondusif. "Masyarakat sangat mendukung pengerjaan normalisasi Sungai Citarum," katanya.

Ia menegaskan, pengerjaan normalisasi Sungai Citarum bertujuan untuk penanggulangan banjir yang terjadi dalam beberapa tahun kebelakang. "Pengerjaan normalisasi Sungai Citarum dalam upaya menyikapi keluhan masyarakat di lapangan. Selain itu, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang sebelumnya terganggu banjir luapan Sungai Citarum," ungkapnya.

Ia mengatakan, ratusan rumah terkena proyek normalisasi Sungai Citarum. "Kontraktor melaksanakan yang sudah selesai dilakukan pembayaran di lapangan," jelasnya.

Untuk mengejar target proyek pengerjaan normalisasi Sungai Ciarum itu, katanya, pengerjaannya dilaksanakan  dari mulai pagi pukul 08.00 WIB sampai sore pukul 16.00 WIB atau selama 8 jam kerja. Untuk pengerjaan normalisasi Sungai Citarum itu, pihaknya mengerahkan sejumlah unit alat berat backhoe.

"Dalam pengerjaannya pun memerhatikan kondisi cuaca. Mumpung saat ini musim kemarau," katanya.

Dikatakan Asep, para operator alat berat, saat ini sedang melakukan pembukaan lahan karena banyaknya pepohonan di bantaran sungai tersebut.

"Tahapan pengerjaan selanjutnya melakukan galian sedimentasi. Kemudian perbaikan gorong-gorong dan penataan bagian tanah yang labil. Sedimentasi yang dikeruk pun diangkut keluar dan enggak dipakai lagi," katanya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR