Direksi BPJS Kesehatan Turun Gunung Sosialisasi ke Masyarakat

Bandung Raya

Jumat, 12 Juli 2019 | 16:26 WIB

190712162531-direk.jpg

Krisbianto

DIREKTUR Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan dr. Maya A. Rusyady Mkes., AAK., (tengah) saat sosialisasi kepada masyarakat, di Buah Batu, Bandung, Jumat (12/7/2019).


KEMBALI HUT BPJS Kesehatan memperingati Hari Ulang Tahun  (HUT) yang ke-51, jajaran Direksi dan senior leaders menyambangi sejumlah wilayah di Indonesia. Hal tersebut dilakukan, untuk memantau langsung implementasi JKN-KIS, dan menjaring aspirasi masyarakat guna menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan nasional.

Hal itu dikatakan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan dr. Maya A. Rusyady Mkes., AAK., usai sosialisasi kepada masyarakat penerima PBI, di Buah Batu, Bandung, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, Kondisi geografis di Indonesia ini sangat bervariasi, begitu juga dengan demografi dan latar belakang perekonomian penduduk. Hal itu, pihaknya ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai wilayah, khususnya ke tingkat kelurahan hingga ke RT.

“Kami, tadi sempat berkunjung ke Puskesmas Cijagra untuk memastikan langsung, pelayanan kesehatan dimasyarakat. Alhamdulillah, pelayanan sudah bagus, tetapi perlu ada penambahan beberapa item, agar masyarakat bisa lebih nyaman,” katanya.

Apabila bisa ditangani ditngkat faskes pertama atau Puskesmas, katanya, jadi tak perlu harus ada rujukan ke rumah sakit. Hal ini, guna menghindari pasien menumpuk di rumah sakit yang akhirnya kurang terlayani dengan baik.

“Dalam kunjungan tersebut, juga dilakukan pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS. Hal itu, untuk meningkatkan validitas data di BPJS Kesehatan,” ujar Maya.

Maya menambahkan, pihaknya juga menyerahkan bantuan peralatan olah raga dan mengajak masyarakat membiasakan diri agar berperilaku hidup sehat. Pihaknya juga mengajak masyarakat, terlebih saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia telah tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

“Kami mengajak masyarakat agar berperilaku hidup sehat, agar yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah, makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup dan olah raga ringan setiap hari serta konsisten," paparnya.

Pihaknya mengingatkan kembali, pasalnya, makna dari gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan. Hal tersebut, terus diemban dalam tugasnya saat menjalankan Program JKN-KIS, dan masyarakat perlu diedukasi arti sebuah filosofi gotong royong.

“Tentunya, kami terus mengingatkan agar membayar iuran tepat waktu. Hal ini, guna subsidi silang dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, agar gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini, dapat berjalan optimal,” kilah Maya.

Sementara itu, PPs Deputi Direksi Wilayah Jawa Barat, Mangisi Raja Simarmata didampingi Ika Kartika dari BPJS Kesehatan Cabang Bandung mengungkapkan data per 4 Juni 2019 penerima PBI APBN  sebanyak 16.679.173 jiwa dan PBI APBD sebesar 4.032.292 jiwa. Untuk sektor PPU sebanyak 9.848.403 jiwa dan PBPU sebesar 6.741.644 jiwa serta BP 909.626 jiwa jadi total sebesar 38.211.142 jiwa.

“Hal itu, total penduduk wilayah Jawa Barat sebanyak 45.161.254 jiwa dan yang sudah menjadi peserta JKN-KIS sebesar 38.211.142 jiwa. Tentunya, Jawa Barat sudah mencapai 84,61% penduduk yang telah menjadi peserta dan yang belum sebesar 15.39% atau sebanyak 6.990.112 jiwa,” ucapnya.

Untuk Kota Bandung data penerima PBI APBN sebanyak 419.520 jiwa PBI ABPD sebesar 567.567 jiwa. Data Non PBI sebesar 1.750.215 jiwa. “Alhamdulillah, kalau Kota Bandung sudah Universal Healty Coverage (UHC) sejak awal 2018 lalu. Kini, sudah hampir 99% penduduk Kota Bandung telah menjadi peserta BPJS Kesehatan,” pungkasnya.(Krisbianto).


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR