Ini Dia Hukumnya Kaum Perempuan yang Ingin Salat Jumat di Masjidil Haram

Haji

Jumat, 12 Juli 2019 | 14:55 WIB

190712145840-ini-d.jpg

nu.or.id


ADA hukum tersendiri bagi jemaah perempuan untuk melakukan Salat Jumat di Masjidil Haram sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadist ataupun pendapat ulama menyatakan tidak termasuk wajib.

Konsultan Ibadah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019 KH Ahmad Kartono, di Mekkah, Jumat (12/7/2019) mengatakan hukum Salat Jumat bagi perempuan tercantum di dalam beberapa hadits dan pendapat beberapa ulama.

“Tapi hal tertentu para ulama juga menyatakan bahwa bagi jamaah wanita yang melaksanakan Salat Jumat secara hukum sah, bahkan yang bersangkutan tidak wajib lagi Salat Duhur,” katanya.

Kemudian berkaitan dengan jamaah haji Indonesia karena jumlah jamaah haji Indonesia itu sangat besar kemudian seluruh jamaah juga menginginkan salat di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, maka Pemerintah Arab Saudi juga tidak melarang jamaah haji wanita melaksanakan Salat Jumat.

“Sehingga ini juga tidak mempengaruhi bagi mereka untuk Salat Jumat di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram,” katanya.

Menurut dia, hal ini secara hukum boleh dilakukan terkecuali yang bersangkutan tidak menginginkan Salat Jumat, itupun tidak masalah.

“Apabila dikaitkan dengan Salat Arbain di Masjid Nabawi bagi jamaah haji wanita di Masjid Nabawi apakah Arbainnya putus apa tidak, itu tidak putus karena dia melaksanakan Salat Jumat sekaligus berarti sekaligus 40 waktu akan tercapai,” katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR