Fadlan Muzakki Terpilih Menjadi Koordinator PPI Dunia 2019 - 2020

Dunia

Jumat, 12 Juli 2019 | 12:22 WIB

190712114416-fadla.jpg

PPI Dunia


KETUA Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok, Fadlan Muzakki terpilih menjadi Koordinator PPI Dunia 2019 - 2020 dalam Kongres Internasional PPI Dunia yang berlangsung di Johor Bahru, Kamis malam.

Proses Pemilihan Koordinator PPI Dunia tersebut berlangsung di-sela-sela Simposium Internasional PPI Dunia XI yang mengambil tema "Inovasi Berkelanjutan Sebagai Sumbangsih Pemuda Untuk Kemandirian Bangsa" yang berlangsung 10 - 14 Juli 2019 di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) Johor Bahru.

Dalam pemilihan tersebut terdapat tiga calon koordinator yaitu Fadlan Muzakki dari PPI Tiongkok, Tubagus Aryandi Gunawan dari PPI Irlandia dan
Ahmad Ghiyats Fawwaz dari PPI Jordania.

Dari Hasil penghitungan suara tersebut Fadlan Muzakki dinyatakan sebagai koordinator terpilih PPI Dunia 2019 - 2020 menggantikan koordinator sebelumnya Fadjar Mulya, dengan memperoleh 24 Suara, mengungguli Tubagus Aryandi Gunawan Arya yang mendapat 22 Suara dan Ahmad Ghiyats Fawwaz dengan enam Suara.

Fadlan adalah mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Renmin, China. Dia mengambil master untuk Kajian China kontemporer pada School of Silkroad.

Pendidikan di China ini merupakan jenjang S2 yang ketiga bagi Fadlan yang sebelumnya pernah mengambil S2 MAP di Universitas Nasional Jakarta 2015, S2 Hubungan Internasional di universitas Zhejiang di China 2016. Dia juga akan melanjutkan S3 pada September mendatang.

"Gagasan yang saya bawa dalam pemilihan koordinator PPI Dunia adalah 'Inovatif, Progresif dan Aspiratif'. Kami ingin membawa PPI Dunia ke arah yang lebih inovatif dalam pemanfaatan teknologi digital," katanya ketika dihubungi Jumat.

Selain itu dia ingin agar pergerakan PPI Dunia dapat lebih progresif dalam program kerja yang kontributif untuk bangsa dan juga aspiratif sebagai wadah penjaringan aspiratif bagi PPI negara dan juga pemuda di Indonesia.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR