Rekayasa Jalan Sukajadi, Warga Masih Kebingungan

Bandung Raya

Kamis, 11 Juli 2019 | 16:18 WIB

190711161620-rekay.jpg

Rio Ryzki Batee


SEJUMLAH warga masih bingung dengan rekayasa Jalan Sukajadi, yang diupayakan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.

Berdasarkan pantauan jalur lalu lintas Cipaganti cukup padat, ditambah dengan pengguna jalan yang masih bingung dan menambah kemacetan jalur tersebut. Mengingat Jalan Sukajadi yang menjadi satu arah.

Salah seorang warga Padasuka, Setiawan (36) mengaku kebingungan ketika menuju Jalan Setiabudi, karena jalan yang dilalui harus sedikit memutar. Ia juga merasa kemacetan juga mulai parah.

"Agak bingung karena hari pertama rekayasa jalan di Sukajadi, kemacetan juga mulai bertambah," ungkapnya di Kawasan Cipaganti, Kota Bandung, Kamis (11/7).

Sementara itu, warga Dago, Sopian (28) merasa dengan adanya rekayasa ini, waktu tempuh ke tempat kerjanya jadi lebih lambat. Karena harus memutar dan kondisi lalu lintas semakin macet.

"Biasanya kalau ke tempat kerja dari rumah, kurang lebih 30 menit. Kalau sekarang kayanya lebih lama," ujarnya.

Walau demikian, Ia berharap dengan uji coba rekayasa tersebut, maka kedepannya bisa benar-benar mengurai kemacetan setiap pagi dan sore hari.

"Mudah-mudahan dengan adanya rekayasa jalan ini, jadi enggak sering macet apalagi kalau sudah jam masuk dan keluar kerja," katanya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti melihat rambu saat melalui kawasan rekayasa Sukajadi. Di samping itu, para pengendara juga jangan sungkan untuk bertanya kepada petugas apabila ragu untuk mengambil jalan.

"Untuk masyarakat ikuti petunjuk dan arahan dari petugas dan rambu yang ada. Karena rekayasa jalan yang niatnya mengurai kemacetan yang biasa terjadi di kawasan ini," terangnya saat meninjau langsung rekayasa jalan di persimpangan Cipaganti-Pasteur.

Imbauan ini menyusul diberlakukannya rekayasa kawasan Sukajadi yang dimulai pada Kamis (11/7/2019) pukul 09.00 WIB. Uji coba rekayasa akan berlangsung selama satu pekan ke depan.

Menurutnya perubahan besar dari rekayasa kawasan ini yakni jalur Jalan Sukajadi yang dibuat satu arah dari Jalan Pasteur menuju sebelah utara ke Jalan Setiabudi. Lalu Jalan Cipaganti yang dibalik menjadi satu arah turun dari Jalan Setiabudi ke Jalan Pasteur.

"Rekayasa ini sudah dikaji oleh Dishub bersama Satlantas Polrestabes hampir dua bulan lebih dan sudah disimulasikan. Ini semata-mata mengurai kemacetan yang biasa terjadi di wilayah ini. Tadi kalau kita pantau sepintas Sukajadi, Setiabudi atas dan Cipaganti lancar,"tuturnya.

Diakuinya apabila masih ada masyarkat yang masih kaget dan belum terbiasa dengan perubahan arus jalan ini. Sehingga, Ia meminta kepada semua pihak untuk ikut berkontribsi menyosialisasikan rekayasa kawasan ini.

"Hari ini maunya kita upayakan bisa lancar, karena besok itu biasanya banyak orang luar Bandung yang tidak tersosialisasi. Tapi kita coba lengkapi rambu dan petugas di titik mana yang terjadi kemacetan itu akan kita perbanyak petugasnya," jelasnya.

Kasi Transportasi Management Dishub Kota Bandung, Sultoni mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kondisi rekayasa jalan Sukajadi tersebut. Diakuinya banyak pengguna jalan yang masih bingung dengan rekayasa jalan tersebut.

"Memang masih uji coba, dan masih banyak pengguna jalan yang kaget, mudah-mudahan beberapa hari kedepan terbentuk polanya," ucapnya.

Menurutnya dengan sudah mulai terbentuk pola lalu lintas di Kawasan tersebut, pihaknya akan melakukan sejumlah pembenahan, mulai dari rambu-rambu hingga trafic light. Sehingga pihaknya dapat mengetahui titik-titik mana saja yang perlu dilakukan pembenahan dan lain sebagainya.

Selain itu, Dishub Kota Bandung menurunkan sekitar 80 personil yang disebar disemua ruas jalan yang berdampak rekayasa tersebut.

"Selama ini masih rambu-rambu portable, setelah evaluasi maka akan dibuat rambu-rambu permanennya," terangnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Bandung, AKBP Agung Reza tidak menampik apabila di hari pertama rekayasa kawasan Sukajadi masih ada penumpukan kendaraan. Kepadatan kendaraan tersebut merupakan titik pertemuan jalan yang kemudian mengalami perubahan.

"Terpantau titik kemacetan di Cipaganti-Pasteur karena memang kondisi di sini adalah titik pertemuan. Kemudian di Jalan Sukajadi bawah dengan Jalan Eyckman menjadi titik pertemuan ini harus diantisipasi. Saat ini kita mencari cara bertindak untuk menormalkannya," paparnya.

Pihaknya sudah memprediksi kepadatan kendaraan di luar kawasan rekayasa ini. Sebab, masyarakat pasti akan memperlambat kendaraannya saat melintasi rute baru yang direkayasa.

"Pasti kita sudah sampaikan ke masyarakat kepadatan terjadi karena ini mengubah kebiasaan masyarakat memang agak sulit. Banyak masyarakat bertanya sehingga terjadi kepadatan karena perlambatan. Kondisi kepadatan sudah diprediksi karena masih banyak yang bingung kemudian belum terbiasa," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR