Pemkab Garut Bentuk Tim Reaksi Cepat Hadapi Musim Kemarau

Daerah

Selasa, 9 Juli 2019 | 22:16 WIB

190709221746-pemka.jpg

Agus Somantri

Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman


PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut membentuk Tim Reaksi Cepat Siaga Kemarau (TRCSK). Tim ini bertugas untuk memberikan pelayanan cepat terkait pengaduan kekeringan suatu daerah yang diakibatkan oleh kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, Tim TRCSK sendiri terdiri dari beberapa dinas, diantaranya Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Baznas Garut, PDAM serta Dinas Tata Ruang dan Pemukiman.

Menurut Helmi, untuk mengatasi kelangkaan air bersih, Pemkab Garut telah menyediakan beberapa kendaraan tangki air yang siap dipasok ke daerah-daerah yang membutuhkan air bersih. Selain itu, untuk penanganan kesehatan dampak dari kemarau, pihaknya juga sudah menyiagakan petugas yang siap bergerak kapan saja.

”Berbagai permasalahan di masyarakat menyangkut dampak kemarau, diantaranya kebutuhan air bersih, kekurangan pangan, kebakaran hutan dan kekeringan sawah, Jadi bisa kami tangani cepat apa yang menjadi persoalan yang dilaporkan warga masyarakat,” ujarnya, Selasa (9/7/2019).

Helmi pun mengimbau, masyarakat yang memerlukan bantuan yang menyangkut permasalahan dampak dari kekeringan akibat musim kemarau untuk segera melaporkan ke Pemkab Garut, agar sesegera mungkin dapat teratasi.

”Silahkan laporkan ke Pemkab Garut. Caranya bisa menghubungi kepala desa atau ke kantor camat. Nanti tim Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalop) BPBD akan secepatnya menanggani laporan tersebut,” katanya.

Di Kabupaten Garut sendiri, setidaknya ada beberapa kecamatan berpotensi terkena dampak kemarau, diantaranya Kecamatan Karangpawitan, Leuwigoong, Selaawi, Malangbong, Cibiuk, Cilawu, Bungbulang,Pakenjeng, Pamulihan, dan Kecamatan Sukaresmi.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR