Orang Tua Siswa di SMAN 1 Ciwidey Keluhkan Biaya Sekolah

Bandung Raya

Selasa, 9 Juli 2019 | 14:11 WIB

190709141205-orang.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith


PARA orang tua calon siswa baru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ciwidey mengeluhkan besarnya biaya yang harus mereka bayar. Apalagi uang sebesar Rp4.100.000 itu wajib dibayar setengahnya. Sedangkan sisanya dicicil selama satu tahun.

Salah seorang orang tua calon siswa warga Kp. Cimuncang, Desa/Kec. Ciwidey, Kab. Bandung, berinisial TW (53) mengakui, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMP tahun ini benar-benar memberatkan. Ia yang hanya bekerja sebagai sopir serabutan itu, harus membayar biaya sekolah kedua anaknya yang masuk ke SMA dan SMP.

"Memang saya bersyukur, anak saya diterima di SMAN 1 Ciwidey. Tapi yang membuat saya bingung, harus bayar biaya masuk sekolahnya sampai Rp 4.100.000. Katanya wajib dibayar setengahnya. Sisanya dicicil selama satu tahun," ungkap TW saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (9/7/2019).

ia mengaku terpaksa meminjam uang agar anaknya bisa tetap sekolah. Sebab, dari informasi yang diterimanya, pembayaran terakhir itu pada, Jumat (5/7/2019) lalu.

"Alhamdulillah sekarang mah sudah dibayar setengahnya, tapi tetap saya harus memikirkan pembayaran sisanya dengan dicicil. Belum lagi bayar uang yang saya pinjam ke saudara saya. Katanya kalau lewat dari tanggal 5 Juli, dianggap mengundurkan diri oleh pihak sekolah," katanya.

Makanya banyak orang tua calon siswa, termasuk dirinya pontang-panting mencari pinjaman untuk membayar setengah dari biaya masuk sekolah tersebut. Bahkan, kata dia, saat yang bersamaan dengan istrinya membayar itu ada orang tua calon siswa yang hanya membawa uang sebesar Rp 1 juta ditolak pihak sekolah.

"Kan yang bayar ke sekolah istri saya, istri saya cerita ada orang tua calon siswa yang terpaksa pulang karena uang Rp 1 juta yang dia bawa itu ditolak pihak sekolah. Biaya yang harus kami bayar untuk sekolah itu sangat berat, apalagi orang seperti saya cuma sopir serabutan dan anak-anak saya belum punya Kartu Indonesia Pintar(KIP) dan jaminan sosial lainnya," ujarnya.

TW melanjutkan, menurut pihak sekolah, total uang sebesar Rp4.100.000 tersebut yang wajib dibayar saat ini rinciannya adalah Rp1,5 juta untuk uang bangunan, Rp900.000 seragam dan Rp200.000 untuk SPP. Sedangkan sisanya harus dicicil selama setahun oleh siswa.

"Kenapa biaya sekolah negeri malah lebih mahal dari swasta. Nah yang aneh kan setiap tahun siswa baru diminta uang bangunan, kok pembangunan tidak ada selesainya dan menjadi beban kami orang rua calon siswa baru. Padahal kan sekolah negeri itu dibangun dan dibiayai pemerintah," katanya.

Biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua calon siswa baru di SMAN 1 Ciwidey, yakni sebesar Rp3 juta (tahun lalu Rp 2,5 juta) untuk uang bangunan. Jumlah itu belum termasuk uang seragam dan lain sebagainya, hingga total uang yang harus dikeluarkan oleh orang tua siswa baru sebesar Rp4.100.000.

Kemudian uang SPP yang semula Rp150.000 per bulan, kini naik menjadi Rp200.000 per bulan. Hal itu diputuskan, karena pihak sekolah memerlukan dana untuk melakukan pembangunan dan renovasi bangunan seperti untuk ruang BK, laboratorium dan perluasan kantin sekolah.

Untuk diketahui, tahun ini SMAN 1 Ciwidey menerima 12 rombongan belajar (rombel) dengan setiap rombel sebanyak 36 orang siswa. Pada tahun ajaran 2019-2020, siswa yang diterima sebanyak 408 orang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak dari SMAN 1 Ciwidey belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan dari para orang tua calon siswa baru tersebut.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR