Pakan Ternak Sapi di Cisarua Masih Aman

Bandung Raya

Selasa, 9 Juli 2019 | 13:25 WIB

190709132217-pakan.jpg

masbidin.net


SEJUMLAH peternak sapi di Kec. Cisarua, Kab. Bandung Barat, mengaku tidak kebingunan mencari pakan ternak. Hal tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah peternak di daerah lainnya, yang kebanyakan mengalami masalah kekurangan pakan ternak pada musim kemarau tahun ini.

Seorang peternak sapi potong di Kp. Cisarua, Desa Kertawangi, Kec. Cisarua, Nana (46), mengaku, saat ini ia dan peternak lainnya di kampung tersebut masih bisa dengan muda mendapatkan pakan untuk ternaknya.

"Alhamdulillah di daerah kami masih cukup subur, stok rumput gajah sebagai pakan utama sapi melimpah. Karena para peternak di sini sudah bekerja sama dengan Perhutani sebagai pemilik lahan, untuk ditanam rumput gajah," ungkap Nana di Cisarua, Selasa (9/7/2019).

Nana menyebutkan, dalam sehari dirinya dapat mengumpulkan hingga 75 kilogram rumput segar di hutan milik Perhutani. Apalagi, sapi potong tergolong lebih gampang diberi pakan dibanding sapi perah.

"Kalau sapi potong yang penting ada pakan utama, yaitu rumput. Kalau tidak ada, bisa diganti dengan jerami. Beda dengan sapi perah, pakannya lebih sulit, ditambah sapi perah wajib diberikan konsentrat," ujarnya.

Nana bersama puluhan peternak sapi lainnya sudah bertahun-tahun menyewa lahan seluas 3 hektare, yang ditanami rumput di Perhutani. Jika masih kekurangan rumput, kata dia, maka peternak bisa menggantinya dengan dedaunan yang banyak tumbuh di hutan.

"Selain rumput segar, sapi juga diberi tambahan pakan seperti ampas tahu atau singkong. Jadi saat ini peternak di sini tidak kesulitan," katanya.

Sementara itu, Gabungan Koperasi Susu Seluruh Indonesia (GKSI) mengakui, permasalahan yang sering dialami peternak khususnya saat musim kemarau adalah ketersediaan pakan rumput sebagai makanan pokok sapi.

Ketua GKSI, Dedi Setiadi mengungkapkan, untuk memenuhi ketersediaan pakan, para peternak sering mengganti pakan pokok dengan jerami atau daun pisang, meski akan mempengaruhi produktifitas dan kualitas susu sapi.

"Pakan utama sapi adalah rumput, kalau rumputnya melimpah, peternak pasti akan sejahtera," kata Dedi.

Dedi mengatakan, untuk menjamin ketersediaan rumput, pihaknya sudah mengadakan pola kerja sama win win solutio dengan PTPN VIII, dalam hal penyediaan pakan ternak yang bagus, berkualitas dan terjangkau.

"Sebetulnya, pola kerja sama ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat dalam ternak sapi perah. Apalagi, pengolahan susu perah kini sudah menggunakan teknologi modern," ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR