Petani dan Pedagang Terbantu Adanya Pasar Sentra Sayuran Lembang

Bandung Raya

Jumat, 5 Juli 2019 | 17:40 WIB

190705174055-petan.jpg

Dicky Mawardi

SEBAGAI daerah yang dikenal dengan produsen pertanian hortikultura, sudah selayaknya Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat memiliki pasar induk sayuran. Pasar ini untuk mengakomodasi melimpahnya sayuran hasil panen ratusan petani di wilayah Lembang dan sekitarnya, yang saat ini masih belum terserap maksimal.

Inisiator Pasar Sentra Sayuran Lembang, Totoh Gunawan mengatakan, sudah selayaknya Lembang memiliki pasar induk sayuran karena menjadi salah satu penghasil sayuran yang banyak dijual ke berbagai pasar induk di Kota Bandung maupun Jakarta.

"Selama ini petani sayuran di Lembang sempat dipusingkan untuk menjual hasil panennya. Bahkan ratusan petani kecil sering tidak memiliki daya tawar terhadap harga sayurannya," ujar Totoh di Lembang, Jumat (5/7/2019).

Persoalan itu, kata Totoh, kini terpecahkan dengan adanya Pasar Sentra Sayuran Lembang sejak setahun lalu. Namun ke depan, dengan berkembangnya sektor pertanian di Kabupaten Bandung Barat, harus diimbangi dengan keberadaan pasar induk sayuran.

"Saya berharap ini jadi pemikiran dan perhatian Pemerintah Daerah. Sebab, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak," katanya.

Menurutnya, pemerintah harus hadir mendampingi dalam pelatihan petani, pembinaan UMKM pertanian, dan memfasilitasi terbentuknya koperasi petani Lembang, seperti Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang yang maju dan berkembang menjadi koperasi skala nasional.

"Tentu harus ada dukungan kebijakan dari pemerintah. Misalnya melalui Dinas Koperasi dan UMKM atau Diskominfo dalam mendukung jaringan, karena ke depan tidak menutup kemungkinan komoditas sayur ini dijual secara online," terangnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Lembang, Asep Cahyadinata sangat mendukung Lembang memiliki pasar induk sayuran. Keberadaan pasar tersebut bisa membuat petani di Lembang menjadi lebih sejahtera. Sebab, mereka bisa menjual langsung hasil pertaniannya dengan jarak lebih dekat dari pada harus ke Pasar Induk Caringin, Kota Bandung. 

"Di lain pihak, harga juga bisa lebih terkendali karena semua agen atau distributor mengambil barang dari satu lokasi, sehingga tidak akan ada permainan atau perbedaan harga. Contoh saja, kalau menjual ke pasar induk di Kota Bandung, Bekasi, dan Jakarta, ada biaya besar yang harus dikeluarkan petani. Bagi petani kecil itu jadi masalah karena keuntungannya semakin berkurang," ujar Asep.

Pasar Sentra Sayuran Lembang ini baru beroperasi pada Juli 2018 lalu. Awalnya, pasar itu untuk mengakomodasi para pedagang yang tidak tertampung di Pasar Panorama Lembang. 

Seiring berjalannya waktu, Pasar Sentra Sayuran Lembang terus berkembang dan kini sudah terbangun 96 kios atau lapak pedagang. Luas total lahan mencapai 1.250 meter persegi, namun yang terbangun baru 750 meter persegi. Dan sisanya lahan parkir, toilet, musala, dan kantor pengelola.

Seorang pedagang sayuran asal Desa Sukajaya, Kec. Lembang, Firman (32) mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Pasar Sentra Sayuran Lembang. Sebab, ia tidak harus menjuaal sayurannyaa ke Jakarta yang memerlukan waktu dan biaya cukup tinggi.

"Belum lagi kalau macet yang bisa membuat komoditas sayuran rusak dan layu, karena terlalu lama di jalan. Sekarang enak, dengan adanya pasar khusus sayuran di Lembang, bisa dijual langsung di sini, tidak perlu jauh-jauh. Bahkan saya tidak harus nyari produk ke petani, karena mereka yang datang menjual sayurannya," ungkap Firman.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR