Cegah Penyelundupan Narkoba, Tiga Jenderal Bimbing Petugas Lapas

Bandung Raya

Jumat, 5 Juli 2019 | 16:26 WIB

190705162724-cegah.jpg

Lucky M. Lukman


LEMBAGA pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) hingga saat ini masih menjadi sasaran penyelundupan narkoba. Tak terkecuali di Jabar, berbagai peristiwa pernah terjadi namun pada akhirnya berhasil digagalkan oleh petugas keamanan lapas dan rutan.

Dalam rangka menguatkan kembali sistem keamanan di lapas dan rutan di Jabar, Kanwil Kemenkumham Jabar akan memberikan suntikan motivasi terhadap ribuan petugas keamanan. Tak cuma soal pengamanan, para petugas juga akan diberikan pemahaman mengenai perawatan tahanan dan pembinaan terhadap warga binaan agar tidak melenceng dari HAM.

Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Abdul Aris mengatakan, kegiatan penguatan sistem pengamanan itu rencananya akan digelar di Gedung Sport Center Provinsi Jabar, Jln. Pacuan Kuda Arcamanik, Kota Bandung, Senin (8/7/2019). Tak tanggung-tanggung, tiga jenderal akan hadir dan membimbing ribuan petugas lapas/rutan.

"Kami berencana menghadirkan Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Jabar dan Kepala BNNP Jabar untuk memberikan arahan sekaligus membimbing para petugas lapas/rutan. Bahkan Menteri Hukum dan HAM juga rencananya akan hadir," ujar Abdul Aris di kantor Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Jln. Jakarta, Kota Bandung, Jumat (5/7/2019).

Dalam kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Pelaksanaan Tugas Pelayanan, Penegakkan Hukum dan HAM bagi Pegawai Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat", akan hadir sebanyak 2.040 peserta, dengan 1.769 di antaranya adalah petugas pengamanan rutan/lapas, LPKA dan Rupbasan. Sisanya terdiri dari 48 orang Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi Jabar, 150 orang pegawai Kanwil KKemenkm HAM Jabar, 16 orang petugas Imigrasi, 10 orang perwakilan Notaris Jabar, 
dan 48 orang Taruna Poltekip (KKN).

"Jadi maksud digelarnya kegiatan yaitu agar seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Kemenkum HAM Jabar,khususnya petugas pengamanan di lapas/rutan, LPKA dan petugas imigrasi memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama tentang pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban khususnya dalam hal pemberantasan peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya," terang Abdul Aris.

Lebih lanjut ia menambahkan, kegitan juga dimaksudnya untuk menyamakan persepsi petugas pemasyarakatan dan imigrasi dalam menjalankan tugas pencegahan gangguan kamtib. Hal utama lainnya, yaitu pemberantasan peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya.

Penekanan itu, ujar Abdul Aris, tak lepas dari tingginya tingkat penghuni lapas/rutan di Jabar yang angkanya mencapai 23.500 orang. Sedangkan kapasitas lapas/rutan di Jabar hanya mencapai 15 ribu orang dengan jumlah total petugas hanya sekitar 3.500 orang.

"Jadi ini memang pekerjaan yang luar biasa. Tapi kami harus tetap melakukan pelayanan secara humanis. Nanti kami akan kuatkan di bagian P2U atau petugas pintu utama, untuk dalam melaksanakan tugas pencegahan gangguan kamtib dan pemberantasan peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya," pungkas Abdul Aris.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR