Tulis Selebaran "Sensen Presiden Republik Indonesia dan Rasul Alloh", Ini Pengakuan Hamdani

Daerah

Selasa, 18 Juni 2019 | 20:20 WIB

190618200316-tulis.jpg

Agus Somantri


HAMDANI (48), warga Kecamtan Caringin, Kabupaten Garut, pembuat dan penyebar surat "Sensen Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Besar Negara Islam Indonesia (NII), dan Rasul Aloh" sudah diamankan di Mapolres Garut.

Pria yang mengaku sebagai Menteri Perindustrian tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dalam kasus dugaan penistaan agama dan makar. Dengan memakai baju tahanan, Hamdani tampak tenang dan sekali-sekali tersenyum dihadapan sejumlah awak media saat berlangsungya konferensi pers yang digelar Polres Garut, Selasa (18/6/2019).

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wigna, mengatakan Hamdani diamankan karena dengan sengaja telah menulis dan menyebarkan surat yang menyatakan jika Sensen adalah Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Besar Negara Islam Indonesia (NII), dan Rasul Aloh, sehingga meresahkan masyarakat.

"Tersangka ini kita amankan di rumahnya di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin pada Minggu (16/6/2019). Tersangka sudah menistakan salah satu agama di Indonesia," ujarnya di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Selasa (18/6/2019).

Menurut Budi, atas perbuatan yang telah dilakukannya, Hamdani dijerat dengan pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama. Akan tetapi, karena dilakukan berulang-ulang kali, maka dikenakan pasal 64 tentang makar dengan ancaman 5 tahun penjara.

Budi menyebut, pada Desember 2018 lalu, Hamdani juga pernah menulis pernyataan. Isinya tak jauh berbeda dengan surat yang terbaru. Perbedaannya pada surat yang dikeluarkan 9 Juni itu, Hamdani menyebut Sensen dengan jabatan Presiden Pusat NKRI.

"Pelaku juga pada tahun 2018 sudah tersangkut hal yang sama, namun hanya dilakukan wajib lapor selama dua minggu sekali. Namun kasus baru muncul sehingga kami amankan. Dikhawatirkan ada keresahan dan mengambil langkah sendiri," ucapnya.

Terkait dugaan makar yang dilakukan Hamdani, lanjut Budi, hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman. Dalam kasus ini, Polres Garut hanya menetapkan Hamdani sebagai tersangka.

"Belum ada tersangka lain, dan ini murni dia lakukan sendiri karena ingin cari kegelisahan dan buat sensasi," katanya.

Sementara itu, Hamdani mengaku bahwa dirinya masih beragama Islam. Hanya saja ia menyebut jika Sensen sebagai rasul.

Hamdani pun mengakui bahwa selebaran tersebut merupakan inisiatifnya. "Agama Islam, jabatannya sebagai menteri perindustrian. Tapi meskipun punya jabatan menteri saya enggak digaji," ucapnya.

Menurut Hamdani, saat menunaikan salat, ia masih menggunakan sahadat Nabi Muhamad. Ia menyebut, sahadat dengan menyebut nama Sensen sebagai rasul hanya cukup diucapkan sekali. Kendati begitu, tetap saja arah kiblat Hamdani berbeda dengan yang lain, yaitu menghadap ke arah timur.

Hamdani mengakui, terkait surat yang dibuat untuk kedua kalinya, hal itu bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat agar diketahui dan menjadi ramai. Surat tersebut ditulis oleh anaknya, namun kata-katanya berasal dari dirinya.   

"Itu semua atas inisiatif saya sendiri,sama sekali tak diperintah oleh Sensen. Tujuannya, supaya tahu saja, supaya ramai. Kalau sudah tahu terserah diri masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait jumlah pengikut Sensen, Hamdani pun mengaku kurang mengetahuinya. Menurutnya, jika hal itu bukan menjadi tanggung jawabnya.

"Kurang tahu (jumlah pengikut Sensen). Itu bukan tanggung jawab saya. Saya bukan pegawai administrasinya," katanya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR