Penyaluran Kredit Fintech Tunaiku Capai Rp 1 Triliun

Bandung Raya

Jumat, 14 Juni 2019 | 22:01 WIB

190614220308-penya.jpg

Irwina Istiqomah


FINANCIAL technology (fintech) Tunaiku dari Amar Bank telah membukukan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai Rp 1 triliun. Kehadiran fintech digadang-gadang dapat memberikan layanan keuangan bagi masyarakat lantaran hanya 40 juta penduduk Indonesia yang memiliki akses ke perbankan.

Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian memandang bahwa fintech merupakan sebuah peluang yang dapat dikembangkan. Menurutnya, fintech memiliki misi sosial.

"Saya percaya bahwa teknologi dapat memberikan dampak yang lebih besar, tidak hanya soal efisiensi. Karena saya melihat adanya kesenjangan antara mereka yang memiliki uang dengan mereka yang membutuhkan uang. Teknologi seharusnya dapat mengurangi kesenjangan yang ada. Teknologi harus memberikan dampak positif pada kehidupan masyarakat," tuturnya kepada wartawan, Jumat (14/6/2019).

Ia mengatakan, pada awal Tunaiku beroperasi, sebagian besar dana pinjaman yang berhasil disalurkan digunakan oleh penerima pinjaman untuk membiayai kebutuhan sehari-hari yang mendesak seperti pengobatan ke rumah sakit. Namun, sekarang pinjaman lebih banyak dipakai untuk merenovasi rumah, modal usaha mikro, dan pendidikan.

"Pertumbuhan kami juga berperan pada pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia yang mencapai 12,45 persen di sepanjang tahun 2018. Dari sisi rasio net pinjaman bermasalah (NPL) pada 2018 mencapai -0.61 persen," tuturnya.

Layanan Tunaiku saat ini tersedia di 16 kota besar. Nilai pinjaman yang ditawarkan berkisar Rp 2 juta - Rp 20 juta dengan tenor pinjaman 6 - 20 bulan.

Ia menilai, pertumbuhan tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perbankan yang menyediakan layanan kredit serta layanan perbankan lainnya.

"Amar Bank sebagai bank modern yang berada pada era digital akan terus menghadirkan teknologi untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah terhadap pelayanan kredit yang cepat dan masif melalui produk unggulannya yakni Tunaiku," jelasnya.

Dengan adanya pencapaian yang cukup tinggi, Vishal optimistis geliat pertumbuhan perekonomian di Indonesia akan semakin baik lagi. Mengenai strategi pada tahun ini, Vishal berharap Tunaiku dapat menjangkau segmen yang lebih luas.

"Bagaimana menjangkau lebih banyak masyarakat, bagaimana kita meningkatkan maksimum jumlah pinjaman, menjangkau lebih banyak pengusaha bisnis mikro atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya pun tengah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh pelaku UMKM sehingga berencana untuk meluncurkan fitur spesial untuk pelaku UMKM.

"Untuk timeline, karena ini terkait dengan regulasi, kami tidak akan mengumumkan sebelum mendapat persetujuan dari regulator. Tapi, kami sudah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan ini dan akan meluncurkan fitur ini secepatnya," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR