Satu Copet di Pusat Keramaian Jalan Asia-Afrika Terciduk, Awas Masih Ada Satu Lagi!

TKP

Jumat, 13 September 2019 | 16:05 WIB

190913160746-satu-.jpg

Remy Suryadie

DUDUN Sutisna (28), satu dari dua anggota komplotan copet yang kerap beraksi di tempat keramaian di Jalan Asia Afrika, berhasil diringkus Unit Reskrim Polsekta Sumur Bandung. Saat beraksi tersangka Dudun dibantu oleh Agus alias Deni yang kini masih dalam pengejaran anggota polsekta Sumur Bandung.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema melalui Kapolsekta Sumur Bandung, Kompol Ari Purwantono didampingi Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Santhi Rianawati di Mapolsek Sumur Bandung, Jalan Babakan Ciamis, Kota Bandung, Jumat (13/9/2019), mengatakan, tersangka Dudun merupakan warga Jalan Babakan Ciparay, Gang Air Mancur, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan ciparay, Kota Bandung. Dan komplotan ini dalam aksinya masing masing ada peran tersendiri.

"Dalam beraksi, tersangka Agus alias Deni mengalihkan perhatian korban. Sedangkan tersangka Dudun memepet dan menyilet tas korban. Setelah tas terbuka, Dudun mengambil handphone (HP) milik korban. Kalau ada uang juga diambil," jelas Ari.

Masih dikatakan Ari, kedua pelaku terakhir beraksi pada Sabtu 10 Agustus 2019 sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Asia Afrika, depan Gedung Merdeka, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung.

Saat itu, tersangka Dudun, tepergok tengah menjarah isi tas milik seorang warga. Tersangka Duduk tak bisa kabur karena diringkus oleh warga. Sedangkan tersangka Agus alias Deni berhasil melarikan diri.

"Anggota Unit Reskrim Polsek Sumur Bandung yang tengah berada di lokasi kejadian, langsung mengamankan tersangka Dudun. Dari tangan tersangka, anggota menyita satu unit ponsel hasil kejahatan pelaku," ujar Ari.

Kepada penyidik, lanjut Ari, tersangka Dudun mengaku telah lebih dari lima kali mencopet HP dengan modus memepet dan menyilet tas korban.

"Dia (tersangka Dudun) sudah beraksi di kawasan Asia Afrika, Braga, Taman Tegallega, Jalan Sukarno, dan Banceuy. Modusnya sama, memepet dan menyilet tas korban," terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Dudun dijerat Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana di atas 5 tahun penjara.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA