Kurang dari Satu Jam, Polisi Ciduk Penusuk Siswi SMKN 1 Kota Bandung

TKP

Selasa, 10 September 2019 | 17:54 WIB

190910175537-kuran.jpg

Remy Suryadie

KURANG dari satu jam setelah melakukan penusukan terhadap siswi SMKN 1 berinisial ZPD (16), Revindra Giantama (22), warga Sukasari, berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsekta Sumur Bandung, Selasa (10/9/2019). Tersangka diamankan polisi di sekitar Jalan Wastukecana, tak jauh dari lokasi kejadian.

"Pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian. Setelah mendapatkan laporan dari pihak sekolah, kita langsung melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian. Akhirnya pelaku pun berhasil kita amankan berikut barang bukti pisau," jelas Kapolsek Sumur Bandung Kompol Ari Purwanto didampingi Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Santi Irianawati, kepada wartawan di Mapolsekta Sumur Bandung, Selasa (10/9/2019).

Dikatakannya, kronologis kejadian berawal saat korban keluar sekolah untuk mengerjakan tugas sekolah. Saat akan kembali ke sekolahnya, korban dihampiri pelaku yang langsung melakukan penusukan terhadap korban.

"Korban sedang berjalan selesai memfotokopi tugas sekolah dan pada saat akan kembali ke sekolah pelaku datang dan langsung menusuk korban menggunakan pisau dapur, setelah itu korban kabur. Namun tak lama setelah adanya laporan kami langsung melakukan penangkapan," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, diketahui motifnya melakukan penusukan, dilatarbelakangi karena rasa cinta pelaku yang tak terbalaskan oleh korban. Atas itu pun pelaku nekat menusuk korbannya.

Tersangka diamankan polisi, tak jauh dari lokasi kejadian setelah kepolisian dari Polsek Sumur Bandung, menerima laporan dari pihak sekolah. Pelaku diketahui mengenal korban, keduanya berteman saat korban duduk di bangku sekolah menengah pertama.

"Saya kenalnya pas dia kelas tiga SMP. Dikenalin dari temen kemudian kenalan juga di Instagram," kata Revindra, di Mapolsek.

Dari pertemanan tersebut, timbul rasa cinta terhadap korban. Kemudian pelaku pun pernah menyatakan rasa kepada korban, namun tidak diindahkan oleh korbannya. Setelah dari situ, korban sempat lama tak berjumpa dengan korban.

Beberapa kali pelaku ingin bertemu dengan korban, namun korban tak mengindahkannya. Pelaku pun kesal ditambah melihat korban berpelukan dengan seorang pria lain yang merupakan pacar korban melalui media sosial Instagram.

"Saya memang sudah rencanain tiga hari sebelumnya. Pisau tersebut saya bawa dari rumah," kata Rebindra yang diketahui bekerja disalah satu coffe shop sebagai barista tersebut.

Ia mengaku menyesal atas perbuatannya. Saat ini Rebindra pun tengah ditahan polisi tak lama setelah kejadian penusukan terjadi. Sebilah pisau dan satu satu motor milik pelaku diamankan polisi sebagai barang bukti. Dalam kasus ini, polisi sangkakan pasal 351 KUHP Jo pasal 80 no.17 UU Tahun 2016 dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun penjara.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA