Kecelakaan Maut Cipularang, Polisi Selidiki Perusahaan Truk Pengangkut Tanah

TKP

Kamis, 5 September 2019 | 13:49 WIB

190905135113-kecel.jpg

Hilmi Abdul Halim/PR

POLISI akan mengembangkan penyelidikan terkait kecelakaan maut di KM 91 Cipularang yang menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya alami luka-luka, pada Senin (2/9/2019) lalu.

Pengembangan penyelidikan terkait dengan perusahaan pertambangan tanah dan juga angkutan jasa yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini penyidik dari Polres Purwakarta sedang memproses penyelidikan dalam rangka pendalam perusahaan pengola pertambangan tanahnya dan juga perusahaan jasa angkutannya," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat ditemui di acara HUT Polwan di Batununggal, Kota Bandung, Kamis (5/9/2019).

Penyelidikan itu untuk mencari alat bukti. Dari alat bukti untuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dari perusahaan pertambangan dan jasa angkutan tersebut.

Pasalnya, dari keterangan tersangka Subana kepada penyidik mengatakan, truk yang dikendarai bersama rekannya Dedi Hidayat (meninggal di lokasi kejadian) membawa material tanah yang kelebihan muatan.

"Dia tahu kelebihan muatan. Saat kita cek buku KIR-nya, memang melebihi muatan. Harusnya itu 12 ton ini membawa sampai 37 ton," ucap Trunoyudo.

Penyelidikan lanjut Truno, akan fokus terhadap apa perusahaan mengetahui dua supirnya mengangkut dengan kelebihan beban. Polisi pun turut meminta keterangan saksi ahli dalam hal ini ini ahli pidana untuk menentukan langkah penyelidikan.

"Maka berikan ruang waktu kepada penyidik untuk lakukan proses penyelidikan dalam penyidikan yang sudah di tetapkan tersangka ini. Kalau untuk perusahaan sejauh ini hanya sebagai saksi," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA