Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Burung Mewah di Garut, Satu Didor

TKP

Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:09 WIB

190820120323-polis.jpg

detikNews

ANGGOTA Satreskrim Polres Garut menangkap komplotan pencuri burung di Kabupaten Garut. Salah satu tersangka ditembak kakinya karena berusaha lari saat ditangkap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut dalam beberapa pekan terakhir warga Garut memang diresahkan dengan aksi pencurian burung yang harganya puluhan juta. Terakhir, para pelaku beraksi pada Jumat (16/8/2019) lalu di wilayah Kecamatan Karangpawitan.

"Kita langsung terjunkan tim Resmob menyikapi kejadian ini dan Alhamdulillah satu komplotan yang berisi tiga orang berhasil kita tangkap. Selain tiga orang pelaku, seorang penadah juga kita amankan," ujarnya seperti dilansir merdeka.com, Selasa (20/8/2019).

Maradona menyebut, tiga pencuri burung yang ditangkap berinisial UW (22), DA (22), dan AA (23). Sedangkan penadah yang diamankan berinisial US (57).

Dia mengatakan, para tersangka mengintai burung-burung di sejumlah perumahan warga menggunakan mobil agar tidak dicurigai sebelum menjalankan aksinya. "Setiap beraksi ini mereka mengaku pengemudi angkutan berbasis online untuk mengelabui petugas keamanan komplek," kata dia.

Dia menambahkan, para pelaku mengintai burung-burung yang diketahui memiliki nilai jual tinggi saat masuk ke perumahan warga. Kemudian, begitu menemukan langsung melakukan aksi pencurian jika memungkinkan.

"Biasanya malam atau rumah sedang sepi," ucapnya.

Para pelaku ditangkap di rumah US saat bersembunyi dan hendak menjual burung hasil curiannya. "Para pelaku ini mengaku sudah beberapa kali beraksi di Garut. Kalau pengakuan sementara mereka sudah mencuri di lima tempat berbeda," ungkapnya.

Otak dari aksi pencurian burung tersebut adalah US. Dalam proses penangkapan, US terpaksa dilumpuhkan dengan cara ditembak karena berusaha melarikan diri usai ditangkap.

"Para pelaku ini terakhir mencuri 7 burung di wilayah Karangpawitan. Burung yang dicuri jenis Murai Batu. Total kerugiannya lebih dari Rp 100 juta karena satu buruhnya berharga lebih dari 15 juta," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA