Polisi Terus Buru Pelaku Video 'Vina Garut'

TKP

Senin, 19 Agustus 2019 | 17:10 WIB

190819171219-polis.jpg

Agus Somantri

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna

KEPOLISIAN Resor (Polres) Garut masih memburu para pelaku lainnya yang terlibat dalam adegan video panas 'Vina Garut'. Diharapkan, dalam waktu dekat ini semua pelaku sudah berhasil dibekuk.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan, saat ini sudah tiga pelaku yang diamankan. Pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui.

"Kemarin infonya lari ke Jakarta. Masih terus diburu sama tim," ujarnya, Senin (19/8/2019).

Menurut Budi, jika semua pelaku sudah tertangkap, pihaknya akan segera merilis kasus tersebut, mulai dari motif hingga para pelaku akan dibeberkan ke publik.

"Ini kan jadi sorotan masyarakat. Tentunya kami akan terbuka soal kasus ini," ucapnya.

Budi menyebutkan, untuk pelaku penyebar video, pihaknya juga sudah mulai menemukan titik terang. Hanya saja pihaknya belum bisa membeberkannya saat ini.

"Untuk IT dan lain-lain sudah ada indikasinya cuma belum bisa diumumkan. Mudah-mudahan orang yang nyebarkannya tidak jauh," katanya.

Diungkapkan Budi, pihaknya juga sudah memeriksa kesehatan tiga tersangka yang sudah diamankan dalam kasus video 'Vina Garut' tersebut, terutama adanya indikasi para pelaku menderita HIV.

Ia menuturkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada tersangka V dan W sudah keluar. Keduanya dinyatakan negatif HIV. Sedangkan untuk tersangka lainnya berinisial A alias Rayya, hasil tes kesehatannya masih belum keluar.

"Hari Selasa atau Rabu, hasil pemeriksaan kepada A baru keluar. Kami cek kesehatannya karena ada indikasi (HIV). Dipastikan saja soal kesehatan para tersangka ini," ucapnya.

Budi menambahkan, terhadap tersangka A alias Rayya sendiri tidak dilakukan penahanan, karena saat ini yang bersangkutan tengah menderita sakit stroke.
Dari ponsel milik tersangka Rayya, penyidik berhasil menemukan sekitar 50 video, namun hanya dua video yang masuk dalam proses penyidikan.

"Tapi kami hanya masukkan satu atau dua video. Yang tren hanya dua video sesuai laporan aduan," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA