Pengedar Obat-obatan Nyaris Diamuk Massa

TKP

Selasa, 23 Juli 2019 | 20:56 WIB

190723210000-penge.jpg

Engkos Kosasih

BERINISIAL M. Idhar (34), seorang pedagang yang diduga menyalahgunaan peredaraan obat-obatan di Kampung Pamagarsari RT 01/RW 06 Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung nyaris menjadi sasaran amuk massa, Selasa (23/7/2019) sore.

Massa yang diperkirakan lebih dari 50 orang itu, mengerubuti Idhar, sesaat setelah jajaran Unit Satuan Polisi Pqmong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ciparay bekerjasama dengan Bidang Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bandung dibantu jajaran TNI dari Garnisun dan Muspika Ciparay melakukan razia secara mendadak ke toko dan warung penjualan obat-obatan yang diduga disalahgunakan tersebut.

Namun atas kesigapan tim gabungan itu, Idhar yang diketahui warga Aceh, pengedar penyalahgunaan obat-obatan tersebut berhasil diamankan dari sasaran amuk massa. Yaitu dengan cara dimasukkan ke dalam mobil Patroli Satpol PP dan dilarikan ke Kantor Unit Satpol PP Kecamatan Ciparay.

Pasalnya, warga sudah kesal atas ulah pelaku yang tetap nekat mengedarkan obat-obatan dengan sasaran pembelinya anak-anak sekolah, mulai siswa SMP dan SMA, meski ada di antara mereka merupakan warga pengangguran. Massa menilai, ulah pelaku yang nekat mengedarkan obat-obatan yang disalahgunakan itu telah meracuni anak-anak muda atau generasi penerus.

Camat Ciparay Yusup Supriatna menegaskan, pelaku pengedar obat-obatan itu, sudah tiga kali terkena razia tim gabungan.

"Pelakunya sama, itu-itu juga dan lokasinya pun sama. Tapi pelaku tak jera, walaupun pada razia yang ketiga kali ini nyaris diamuk massa. Kalau tak segera diamankan, pelaku menjadi sasaran amarah massa," kata Yusup didampingi Kanit Satpol PP Kecamatan Ciparay CA. Saefudin kepada galamedianews.com usai mengamankan pelaku di Kantor Unit Satpol PP Kecamatan Ciparay, Selasa malam.

Yusup mengatakan, pada razia obat-obatan tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan lebih dari 3.000 butir obat-obatan dari berbagai jenis, di antaranya obat berinisial T dan R.

"Pada saat razia obat-obatan yang pertama didapati lebih dari 2.000 butir obat-obatan dan razia kedua lebih dari 1.000 butir dengan jenis obat-obatan yang sama. Tiga kali razia obat-obatan itu dalam kurun waktu sejak 2018 sampai 2019 ini," jelas Yusup.

Camat berharap dengan adanya razia obat-obatan dan miras ini, di Kecamatan Ciparay zero miras dan obat-obatan yang rawan disalahgunakan oleh kaum muda yang menjadi harapan bangsa dan negara.

"Kami juga mengimbau kepada semua kepala desa, komponen masyarakat untuk turut aktif memberantas miras dan penyalahgunaan obat-obatan. Jangan sampai warga menjadi korban," katanya.

Yusup mengatakan, adanya razia obat-obatan di warung milik M. Idhar itu atas laporan dan keinginan warga sekitar. "Warga sudah kesal atas ulah pelaku, yang tetap nekat mengedarkan obat-obatan dengan para pelanggannya anak-anak muda," katanya.

Ia pun mengatakan, pelaku sengaja diamankan sampai Selasa malam ini di Kecamatan Ciparay untuk mengantisipasi kemarahan dan amuk massa. "Soalnya, banyak warga yang berkerumun dan mereka terlihat kesal dan marah melihat ulah pelaku," katanya.

Ditegaskan Yusup, pascakejadian ini, warga sekitar menginginkan pelaku tak buka lagi warung dan menjual obat-obatan di Kampung Pamagarsari tersebut. "Soalnya, kalau pelaku kembali nekat dan tetap buka lagi warungnya khawatir diamuk massa. Saat ini, warga sudah resah atas ulah pelaku yang nekat menjual obat-obatan," tandasnya.

Pantauan galamedianews.com di Kantor Unit Satpol PP Kecamatan Ciparay, Satpol PP terlihat menginterogasi pelaku yang tetap nekat mengedarkan obat-obatan yang berpotensi meracuni generasi muda.

Bahkan ada di antara warga yang kesal dan marah terhadap pelaku, yang tetap nekat menjual obat-obatan. Bahkan, pelaku mengedarkan obat-obatan itu diduga ada oknum yang berusaha untuk melindunginya. Bahkan pelaku nekat memberikan imbalan Rp 500.000 per bulan kepada oknum yang diduga melindunginya untuk mengedarkan obat-obatan.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA