Polres Banyumas Rekonstruksi Mutilasi Komsatun di Rancamekar Bandung

TKP

Sabtu, 13 Juli 2019 | 18:51 WIB

190713185308-polre.jpg

Remy Suryadie

SATUAN Reserse dan Kriminal Polres Banyumas, Sabtu (13/7/2019)  petang, merekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Komsatun (51) PNS Kementrian Agama Kota Bandung.

Pelaku yang bernama Deni Prianto mengeksekusi korban bukan di bogor melainkan di sebuah kontrakkan yang berada di belakang tempat futsal BSD di Jalan Rancamekar, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Berdasarkan pantuan di lapangan, sebelum beraksi, tersangka Deni sempat mengobrol dan bercanda dengan korban. Bahkan, pelaku bersama korban pun sempat berhubungan badan layak suami istri. Dan saat berhubungan badan pelaku pun langsung menghantam kepala pelaku dengan martil yamg sudah dibawanya dari Banyumas, sebanyak tiga kali.

Setelah korban tidak berdaya, pelaku pun langsung menyeretnya ke wc yang berada di dalam kamar kontrakkan yang berukuran 3 x 3 meter persegi.

Terlihat korban masih hidup, pelaku pun menghajar kembali kepala korban dengan martil berulang kali sampai korban benar benar sudah meninggal.

"Setelah itu, korban pun sempat merokok sejenak dan langsung keluar kontrakkan untuk membeli peralatan berupa kampak, ampelas serta beberapa barang lainnya dan 2 boks kontainer untuk menyimpan potongan tubuh korban," jelas Kanit III Reskrim Polres Banyumas Ipda Rizky Adhiyanzah di lokasi kepada wartawan.

Ia menambahkan, tersangka Deni membunuh dan memutilasi korban di Bandung bukan di Bogor.

"Jadi pengakuan awal tersangka, membunuh dan memutilasi korban di Bogor itu bohong. Dia (pelaku) membunuh dan memutilasi korban disini (diBandung) hal tersebut dikuatkan dia menjelaskan swtta memperaktikKn dengan jelas dari awal sampai akhir," ujar Rizky.

Usai membunuh dan memutilasi korban, pelaku pun membawa potongan jasad korban yang sudah disimpan di dalam boks kontainer ke mobil milik korban. Setelah itu pelaku pun pergi menuju Banyumas.

"Dari keterangan saksi di lokasi tidak ada satu tetangga kontrakkan yang tahu. Bahkan pelaku pun sempat meminta bantuaan kepada tetangga untuk mengangkat kontainer, yang menjelaskan jika isi boks tersebut merupakan baranh pecah pelah yang akan dibawa ke daerah Jawa Tengah," terangnya.

Tersangka, lanjut Rizky, pergi dari kontrakkan pada minggu malam ke daerah Banyumas. Di lokasi pertama  yaitu Jalan Raya Klampok-Sempor, pelaku membuang salah satu potongan tubuh korban dan membakarnya. Yang kemudian pelaku pun membuang kembali potongan tubuh korban serta alat alat untuk mengeksekusi korban.

"Motif tersangka membunuh dan memutilasi korban dikarenakan ditagih utang oleh korban dan korban pun meminta agar tersangka menikahinya. Karena pelaku tidak bisa memenuhi permintaan korban akhirnya pelaku pun membunuh korban," jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 340 kUHpidana. "Pasalnya tersangka sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban, karena pelaku membawa martil di rumah orang tuanya di Banyumas ke kontrakkan di Bandung untuk menghabisi nyaw korban," terangnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA