Hilangkan Nyawa Jihan, Tersangka SR Mendekam di Penjara

TKP

Rabu, 22 Mei 2019 | 19:01 WIB

190522190205-hilan.jpg

Engkos Kosasih

POLRES Bandung gelar perkara kasus penganiayaan yang menyebabkan korban jiwa dengan tersangka SR (24) warga Kampung/Desa Hujungtiwu Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis di Mapolres Bandung, Rabu (22/5/2019) sore. 

Tersangka SR diringkus polisi sehari setelah kejadian pembunuhan pada Minggu (19/5/2019) pukul 19.00 WIB, dan penangkapan tersangka masih di sekitar lokasi kejadian, Senin (20/5/2019) pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, tersangka sempat bersembunyi di sebuah tempat.

Kasus pembunuhan itu terjadi di Komplek Perumahan Griya Bandung Indah (GBI) Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu malam. Akibatnya, Jihan warga Komplek GBI Desa Buahbatu meninggal dunia, sedangkan suami korban, Feri mengalami luka serius pada bagian leher akibat disayat SR menggunakan silet. Sampai saat ini, Feri dikabarkan masih menjalani perawatan medis di RS Al Islam Bandung.

Korban Jihan meninggal dunia akibat dicekik menggunakan kawat oleh pelaku. Dari kasus pembunuhan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah silet, kawat sepanjang 80 cm, tas plastik, dan pakaian yang dikenakan korban Jihan dan Feri saat kejadian.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan menegaskan, dalam kasus penganiayaan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang luka. Yaitu, korbannya Jihan yang diketahui meninggal dunia dan Feri mengalami luka-luka.

"Pelakunya sendirian, yaitu tersangka SR," Indra kepada wartawan di Mapolres Bandung.

Berdasarkan hasi pemeriksaan terhadap tersangka, kata Kapolres, peristiwa pembunuhan itu terjadi secara spontan. "Kasus penganiayaan yang terjadi pada 19 Mei itu, diawali dengan niat tersangka akan menagih janji dan utang kepada korban F," kata Indra.

Menurut pengakuan tersangka, kata Indra, korban Feri memiliki utang sebesar Rp 2 juta. Sebelumnya, antara tersangka dengan Feri ada kerjasama usaha las dengan keuntungan bagi hasil. Dari yang dijanjikan bagi hasil sebesar Rp 3 juta sejak Maret sampai April 2019 lalu, korban baru memberikan kepada tersangka sebesar Rp 1 juta, sehingga ada sisa Rp 2 juta.

"Disaat tersangka mendatangi rumah korban Feri pada 19 Mei pukul 19.00 WIB, istri korban Feri, mengatakan korban atau suaminya tidak ada," jelasnya.

Namun lanjut Indra, tersangka pun pura-pura menumpang ke kamar mandi dengan maksud buang air kecil. Saat itu, tersangka melihat ada orang di kamar di dalam rumah tersebut.

"Tersangka pun kembali meminta kepada korban Jihan untuk menelepon Feri suami Jihan. Tetapi Jihan malah emosi, kemudian tersangka mencekik leher korban sampai lemas," katanya.

Disaat kondisi tubuh Jihan lemas, kata Indra, ketika tersangka hendak pergi, pakaian tersangka ditarik korban. Tersangka langsung mengambil kawat di sekitar kejadian dan digunakan untuk kembali mencekik leher korban. Selanjutnya, tersangka mengambil tas plastik dan korban dimasukkan ke dalam tas plastik tersebut. 
Setelah itu, kata Kapolres Bandung, tersangka menuju kamar korban Feri, yang sedang berada di dalam kamar tersebut.

"Tersangka sempat diusir Feri. Dan Feri sempat memukul tersangka pada bagian leher dan dada. Tersangka pun melawan dan menendang bagian perut korban, selain mencekik leher korban. Lalu, tersangka mengambil silet dari tas milik tersangka dan menyayat leher korban hingga 10 kali. Korban sempat lari ke depan rumah sampai pagar rumah. Tersangka menendang kepala korban dan melarikan diri," katanya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka SR dijerat pasal 338 atau dan 351 ayat 2 dan 3 KUH Pidana tentang pembunuhan dan penganiayaan. Tersangka diancam kurungan penjara maksimal 20 tahun.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR