Pelaku Aniaya Feri Saat Isya dan Masukan Jasad Jihan ke Dalam Tas Pakaian

TKP

Senin, 20 Mei 2019 | 11:45 WIB

190520114510-pelak.jpg

WARGA komplek Griya Bandung Indah (GBI) dibuat geger setelah pasangan suami istri mendapat perlakuan keji dari seorang pelaku yang hingga kini masih buron. Korban Feri (30) mendapat luka sayatan di bagian leher sedangkan istrinya Jihan Noor Shofia ditemukan tewas di ruangan belakang rumah berada di dalam tas pakaian.

Berdasarkan data yang dihimpun galamedianews, Senin (20/5/2019), peristiwa pembacokan tersebut berlangsung pada Minggu (19/5/2019) malam sekitar pukul 19.00 WIB, karena bertepatan saat warga melaksanakan salat Isya di Masjid Ulul Albab Komplek GBI.

Pembacokan terjadi di dalam rumah kontrakan yang beralamat di blok H-2 No. 12, RT 02/RW 13, Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang. Saat itu warga mendengar teriakan Feri yang meminta tolong dan berkumandang takbir.

Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung menuju rumah kontrakan Feri. Warga sempat melihat pelaku kabur dan berusaha untuk mengejarnya, tapi pelaku yang melarikan diri dengan cepat menghilang dari kejaran warga.


Sementara itu, Feri dalam keadaan berlumuran darah tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga warga membawa korban ke rumah sakit Al Islam.

Tidak lama kemudian, warga yang lain melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Bojongsoang. Setelah tiba di lokasi, petugas Polsek Bojongsoang melakukan olah tempat kejadian perkaran (TKP).

Pihak keluarga korban dari Feri merasa aneh, karena hingga pukul 22.00 WIB, Jihan belum pulang juga. Menurut kabar, Jihan pergi meninggalkan rumah. Akan tetapi kakak Feri, merasa curiga dengan adanya tas pakaian yang berada di ruangan belakang.

Setelah dibuka secara paksa tas pakaian tersebut, ternyata Jihan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Untuk memastikan penyebab kematian Jihan, maka jasad korban dibawa oleh Tim Inafis ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi.  

Menurut informasi Ketua RT 02, Saepudin (57), korban sudah 4 tahun mengontrak rumah di blok H-2 nomor 12. Feri dan Jihan belum dikaruniai anak. Di rumah kontrakan tersebut mereka membuka usaha perawatan kucing. Tapi kadang-kadang Feri juga memiliki kegiatan usaha lain.

“Dalam kesehariannya Feri bersosialisasi dengan warga, bahkan kalau ada kegiatan kerja bakti di lingkungan, suka ikut dan berbaur dengan warga lainnya. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya kalau keluarga korban akan mendapat perlakuan seperti itu dari pelaku,” ucap Saepudin.

Masih menurut Saepudin, saat kejadian situasi di sekitar rumah korban tidak terlalu sepi. Karena lokasinya tepat berada di depan Masjid Ulul Albab. Dimana warga sedang melakukan salat Isya. Dan tidak jauh dari kediaman Fery terdapat gedung serba guna RW 13 yang ada anak-anak Karang Taruna.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR