Geng Motor Berulah di Tasikmalaya

TKP

Minggu, 12 Mei 2019 | 15:54 WIB

190512155740-geng-.jpg

Septian Danardi

KAWANAN geng motor kembali berulah di Kota Tasikmalaya, Minggu (12/5/2019). Aksi kawanan tersebut mengakibatkan seorang korban mengalami luka bacok. Sehingga korban harus ditangani medis di rumah sakit dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Kawanan geng motor yang masih remaja dan diantaranya masih berstatus pelajar ini berlaku ugal-ugalan di jalan-jalan protokol di Kota Tasikmalaya.

Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota AKP Yudiono mengatakan, aksi ugal-ugalan para anggota geng motor yang meresahkan warga hingga warga yang tidak berdosa menjadi korban. Sehingga pihaknya langsung memburu kawanan geng motor yang kerap berulah tersebut.

Dalam pengejaran kawanan sempat mencoba kabur dengan sepeda motor yang ditungganginya. Mereka berpencar menghindari kejaran petugas, namun berkat kesigapan petigas akhirnya para pelaku meresahkan itu dibekuk di kawasan Cihideung Kota Tasikmalaya.

Mereka kemudian diangkut kedalam mobil Dalmas untuk dilakukan pembinaan di Mako Polres Tasikmalaya Kota. Dari hasil pemeriksaan ada sebanyak 12 remaja yang masuk dalam anggota geng motor yaitu, AR (18) warga Jalan Jiwa Besar, RI (18) warga Jalan Bantarsari, RN (18) warga Jalan Gunung Karikil, BF (18) warga Jalan Sukalaya, AG nggi (19) warga Tamanjaya, AA (17) warga Cienteung, BSA (17) Jalan Argasari, IN (18) qarga Cempaka Warna, MD (20) warga Cilembang AF (18) warga Argasari, YR (15) warga Riung Asih dan AL (18) Jalan Sukalaya.

"Satu orang warga menjadi korban akibat terkena bacok kawanan geng motor yaitu, Anggi (20). Setelah ditangani medis korban diarahkan untuk membuat melaporan kejadian dan menjadi korban," katanya.

Selanjutnya 12 anggota geng motor dan barang bukti Batu, Besi, dan Motor dibawa ke Mako Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan di proses secara hukum yang berlaku.

Sementara saat penggeledahan, dilokasi penangkapan sejumlah anggota geng menjadi tontonan warga. Warga sempat mengutuk perbuatan geng motor akibat sudah jengah. Bahkan warga berharap polisi bisa menjeratnya dengan hukuman yang setimpal.

Para anggota geng motor hanya menunduk dan terdiam saat dilakukan pemeriksaan. Meski nampak baik-baik saat di ruang pemeriksaan namun tidak nampak wajah penyesalan telah melakukan kekerasan hingga memakan korban luka bacokan.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA