Saksi Kunci Pembunuhan Melindawati Masih Trauma

TKP

Kamis, 28 Maret 2019 | 15:30 WIB

190328153515-saksi.jpg

dok

PENYIDIK Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memeriksa beberapa saksi untuk menggali keterangan terkait kasus perkosaan dan pembunuhan Melindawati Zidemi (24). Sementara saksi kunci, NP (9) kini lebih banyak murung.

Kapolres OKI AKBP Donny Eka Syaputra mengungkapkan, sejauh ini saksi yang dimintai keterangan berjumlah lima orang termasuk saksi kunci sekaligus korban NP. Empat saksi merupakan warga dan rekan korban Melinda di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Sungai Baung. "Untuk sementara ada lima saksi yang kami periksa di antaranya NP," ungkap Donny, Rabu (27/3/2019).

Baca Juga: Polisi Buru Pembunuh Pendeta di OKI

Dijelaskannya, belum ada keterangan tambahan dari korban NP karena psikologis masih trauma. NP terlihat sering murung usai luput dari rencana pembunuhan oleh para pelaku. "Mulai membaik tapi banyak diam, murung saja," ujarnya.

Untuk memulihkan kejiwaan NP, pihaknya melaksanakan pendampingan dari penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak serta psikolog. Sebab, keterangan NP sangat dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini. "Kita tunggu NP benar-benar stabil dulu karena psikologisnya sangat rentan," kata dia.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Sempat Ke Orang Pintar Untuk Hindari Kejaran Polisi

Diketahui, NP selamat dari aksi perampokan itu karena dikira pelaku sudah tewas. Rekan korban Melinda, Arisman Manai (23) mengatakan, warga sempat curiga karena korban dan NP tak kunjung pulang dari belanja di Pasar Jeti, Dusun Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (25/3) sore. Alhasil warga kompak mencari keberadaannya namun hasilnya nihil.

"Sampai malam belum pulang juga, kami curiga karena biasanya langsung pulang habis belanja," ungkap Arisman di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3).

Baca Juga: Terlibat Cinta Segitiga, Jufri Meregang Nyawa Dianiaya Kekasih dan Pacarnya

Sekitar pukul sebelas malam, kata dia, korban NP pulang ke kampung sendirian tanpa mengenakan sandal. NP ketakutan sambil menangis dan sempat tidak bisa diajak komunikasi.

Setelah kondisinya mulai membaik, NP barulah bercerita bahwa dia dan korban Melinda baru saja diculik dan dirampok dua orang pelaku mengenakan penutup wajah.

"Tante (Melinda) diculik, tante diculik," kata Arisman menirukan ucapan NP.

Baca Juga: Siti Aisyah Dibebaskan Dari Segala Tuntutan Atas Dugaan Pembunuhan pada Kim Jong-nam

NP mengaku dicekik pelaku, tangan dan kakinya diikat. Kemudian, dia dibuang ke semak-semak.

"Pelaku mungkin mengira NP sudah meninggal. Dan dapat mukjizat Tuhan, ikatannya terlepas, NP lari dan kembali ke rumah sejauh empat kilometer," kata dia.

Dari keterangan korban NP itulah, warga mencari keberadaan korban Melinda yang akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas tanpa busana di semak-semak, Selasa (26/3) pagi.

"Pertama kami temukan sepeda motornya, lalu berjarak sekitar 300 meter jasad Melinda kami temukan," pungkasnya.

Sumber: merdeka.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR