Suaminya Datang ke Polsek Tarogong Kidul

Identitas Perempuan yang Meninggal di Dalam Bus Primajasa Akhirnya Diketahui

TKP

Kamis, 14 Februari 2019 | 19:54 WIB

190214195646-ident.jpg

Agus Somantri

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah.

SOSOK seorang perempuan yang meninggal di dalam Bus Primajasa jurusan Jakarta-Garut pada Selasa (12/2/2019) kemarin, kini identitasnya sudah dapat diketahui. Perempuan malang tersebut bernama Nurhayati (36), warga Kampung Cisonari, Desa/Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.     

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah, mengatakan setelah perempuan tersebut ditemukan meninggal di dalam Bus Primajasa di Terminal Guntur Garut, keesokan harinya ada warga yang datang ke Polsek Tarogong Kidul dengan membawa kartu identitas.

"Dari kartu identitas tersebut terlihat wajah yang sama dengan sosok yang kita bawa ke RSUD dr. Slamet Garut," ujarnya, Kamis (14/2/2019).

Menurut Hermansyah, warga yang datang kepada pihaknya tersebut diketahui merupakan suami dari Nurhayati, yang datang bersama sejumlah keluarga korban lainnya.  

Berdasarkan keterangan dari suaminya, terang Hermansyah, korban (Nurhayati) memang berangkat ke Jakarta untuk mengantarkan saudaranya. Ia juga menyebut jika kondisi fisik isterinya itu memang lemah, bahkan tak jarang suka pingsan bila mengikuti suatu kegiatan.

Kepada suaminya, lanjut Hermansyah, Nurhayati mengatakan akan pulang dari Jakarta ke rumahnya di Cigedug pada Rabu (13/2/2019). Namun ternyata pada hari tersebut menjadi kepulangannya untuk selamanya.

"Pihak keluarga menyebut kalau Nurhayati memang memiliki riwayat penyakit jantung. Sehingga saat tahu meninggal di dalam bus suaminya juga memahaminya," ucapnya.

Herman menyebut, Nurhayati meninggalkan seorang suami dan dua orang anak yang masih kecil. Saat ini jenazahnya sudah dimakamkam oleh pihak keluarganya di tempat pemakaman umum (TPU) di sekitar kampungnya.  

"Sebetulnya kita cukup aneh juga saat suaminya bawa kartu identitas berupa KTP. Karena saat kita lakukan identifikasi datanya tidak keluar di alat yang kita punya, sehingga tidak bisa langsung menginformasikan kepada keluarganya," katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang wanita tanpa identitas diketahui meninggal di dalam Bus Primajasa saat melakukan perjalanan seorang diri dari Jakarta menuju Garut, Selasa (12/2/2019). Diduga wanita setengah baya tersebut sudah meninggal sejak di Cileunyi Bandung, namun baru dipastikan saat sampai di Terminal Guntur Garut.

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait hal tersebut sekitar pukul 14.00 WIB dari kondektur bus melalui Bhabinkamtibmas Desa Haurpanggung dan diteruskan ke Polsek Tarogong Kidul.

Berdasarkan keterangan dari kondektur bus, terang Hermansyah, korban naik dari shelter Pasar Rebo Jakarta seorang diri sekitar pukil 08.30 WIB. Wanita tersebut  duduk di jok barisan ke enam sebelah kanan.

"Dari Jakarta sampai Garut seorang diri. Dan menurut keterangan kondektur kondisi busnya agak kosong," ujarnya.

Menurut Suherman, saat di tol Cikampek kondektur bus sendiri masih melihat wanita tersebut membuka mata dan sama sekali tidak ada yang mencurigakan. Namun saat keluar tol Cileunyi wanita tersebut sudah dalam posisi terkulai ke sebelah kiri.

"Kondektur meduga ia tidur, namun kecurigaan meninggal sudah ada. Saat sampai di Terminal Guntur wanita itu masih dalam posisi yang sama, namun ketika dibangunkan malah seperti jatuh," ucapnya.

Kondektur pun saat itu langsung memeriksa kondisi wanita tersebut, namun diketahui sudah tidak ada detak jantung, bahkan tangannya pun sudah terasa dingin. Mengetahui hal itu, kondektur pun akhirnya melaporkan hal itu pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Bhabinkamtibmas setempat.

"Setelah menerima laporan, kita langsung ke lokasi dan melakukan olah TKP. Selanjutnya korban kita bawa ke RSUD dr Slamet," katanya.

Suherman menyebut, tidak ada satupun kartu identitas yang ditemukan pada wanita tersebut. Didalam barang yang dibawanya, hanya terdapat uang sebesar Rp 600 ribu.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR