Wanita Tanpa Identitas Meninggal Dunia di Bus Primajasa

TKP

Selasa, 12 Februari 2019 | 20:21 WIB

190212202221-wanit.jpg

Agus Somantri

Sejumlah petugas dari Dishub dan kepolisian saat memeriksa kondisi wanita yang ditemukan meninggal di Bus Prmajasa jurusan Jakarta=Garut di Terminal Guntur, Kabupaten Garut, Selasa (12/2/2019).

SEORANG wanita tanpa identitas diketahui meninggal di dalam Bus Primajasa saat melakukan perjalanan seorang diri dari Jakarta menuju Garut, Selasa (12/2/2019). Diduga wanita setengah baya tersebut sudah meninggal sejak di Cileunyi Bandung, namun baru dipastikan saat sampai di Terminal Guntur Garut.

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait hal tersebut sekitar pukul 14.00 WIB dari kondektur bus melalui bhabinkamtibmas Desa Haurpanggung dan diteruskan ke Polsek Tarogong Kidul.

Berdasarkan keterangan dari kondektur bus, terang Hermansyah, korban naik dari shelter Pasar Rebo Jakarta seorang diri sekitar pukul 08.30 WIB. Wanita tersebut  duduk di jok barisan ke enam sebelah kanan.

"Dari Jakarta sampai Garut seorang diri. Menurut keterangan kondektur kondisi busnya agak kosong," ujarnya, Selasa (12/2/2019).

Menurut Suherman, saat di tol Cikampek kondektur bus sendiri masih melihat wanita tersebut membuka mata dan sama sekali tidak ada yang mencurigakan. Namun saat keluar tol Cileunyi wanita tersebut sudah dalam posisi terkulai ke sebelah kiri.

"Kondektur meduga ia tidur, namun kecurigaan meninggal sudah ada. Saat sampai di Terminal Guntur wanita itu masih dalam posisi yang sama, namun ketika dibangunkan malah seperti jatuh," ucapnya.

Kondektur pun saat itu langsung memeriksa kondisi wanita tersebut, namun diketahui sudah tidak ada detak jantung, bahkan tangannya pun sudah terasa dingin. Mengetahui hal itu, kondektur pun akhirnya melaporkan hal itu pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Bhabinkamtibmas setempat.

"Setelah menerima laporan, kita langsung ke lokasi dan melakukan olah TKP. Selanjutnya korban kita bawa ke RSUD dr Slamet," katanya.

Suherman menyebut, pihaknya belum mengetahui identitas wanita tersebut karena tidak ada satu pun kartu identitas yang ditemukan. Didalam barang yang dibawanya, hanya terdapat uang sebesar Rp 600 ribu.

"Tadi sempat dicek oleh tim identifikasi untuk memeriksa sidik jari korban. Namun sepertinya wanita ini belum melakukan perekaman e-KTP sehingga datanya tidak muncul," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR