181206184201-bersa.jpg

Remy Suryadie

Bersama Warga, Aparat Polsekta Bandung Kulon Bekuk 2 Penjabret Saat Beraksi

TKP

Kamis, 6 Desember 2018 | 18:40 WIB

Wartawan: Remy Suryadie

UNIT Reskrim Polsekta Bandung Kulon bersama warga berhasil meringkus dua pelaku jambret usai beraksi terhadap seorang gadis di jalan Holis, Kecamatan Bandung Kulon, baru-baru ini.

Kedua pelaku yang kini berada di rumah tahanan Mapolsekta Bandung Kidul bernama Mamay Kurniawan (20) dan Harun Al Rasyid (28). Dalam beraksi mereka kerap dibekali senjata tajam berupa pisau roti.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema melalui Kapolsekta Bandung Kulon Kompol Sudewo kepada wartawan, Kamis (6/12/2018), menjelaskan, tertangkapnya kedua pelaku berawal dari perlawanan korban dengan berteriak saat para pelaku beraksi. Dan teriakkan korban didengar warga.
 
"warga pun berusaha menolong korban dan kedua pelaku mencoba melarikan diri. Satu pelaku berhasil diamankan oleh warga yang berada disekitar kejadian," jelas.

Lanjut Sadewo, rekan pelaku berhasil melarikan diri. Namun pelaku itu terus diteriaki oleh masyarakat yang melihat aksi jambret tersebut. Tak jauh dari lokasi kejadian, tengah ada anggota polisi yang tengah lakukan patroli kring serse.

Pelaku pun di hadang oleh anggota tersebut, namun berhasil kabur. Aksi-aksi kejar-kejaran pun terjadi, antar pelaku dan polisi. Di tengah-tengah aksi kejar-kejaran tersebut, pelaku yang membawa sepeda motor, mengalami oleng. Akhirnya motor pelaku menabrak tiang listrik yang kemudian diamankan oleh anggota polisi.

"Pelaku ini menyasar pejalan kaki, modusnya memepet korban dan merampas barang-barang korbannya sambil mengancam korbannya," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku baru satu kali melakukan aksi pencurian tersebut. Namun polisi masih terus mendalami keterangan kedua pelaku.

"Dari tersangka, kita amankan satu motor yang digunakan pelaku, satu pisau roti, dan satu ponsel hasil rampasan pelaku," jelasnya.

Kepada kedua pelaku, polisi terapkan pasal 365 KHUPidana, tentang pencurian disertai kekerasan, dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun penjara.


Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR